Education is the most powerful weapon which you can use to change the world -Nelson Mandela

 

Guru adalah profesi pertama dari profesi-profesi yang lain. Profesi tersebut melahirkan ribuan profesi, semisal dokter, insinyur, profesi dalam bidang jasa keuangan dan masih banyak yang lain. Selain profesi pertama, guru merupakan garda terdepan dalam memajukan suatu bangsa. Majunya sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas para gurunya.

Betapa pentingnya seorang guru, kaisar Jepang saat perang dunia, kaisar Hirohito menanyakan kepada stafnya “berapa jumlah guru yang masih hidup?” (pertanyaan ini diberikan setelah ribuan penduduk Jepang meninggal karena bom Hirosima).


Bagaimana dengan Indonesia?

 

Pada tahun 2005, pemerintah mulai mengakui guru sebagai sebuah profesi. Hal ini dituangkan dalam undang-undang (UU) No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Dalam UU disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Implikasi dari UU No. 14 tahun 2005, guru harus menjalani proses sertifikasi pendidik.

 

Mewujudkan guru Profesional

4 KOMPETENSI GURU

Guru di Indonesia harus menguasai tiga kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan kompetensi profesional. Kita ulas secara singkat kompetensi di atas.

 

Pertama, Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan guru berkenaan dengan kemampuan mereka dalam mengenal karakteristik peserta didik dari pelbagai aspek, Hal tersebut membuat guru harus menguasai teori belajar, prinsip-prinsip pembelajaran, dan kemampuan yang terkait dengannya, semisal: penguasaan karakteristik peserta didik, pengembangan kurikulum, memanfaatkan teknologi informasi, pengembangan peserta didik, berkomunikasi dengan baik, dan melakukan penilaian dan proses evaluasi hasil belajar.

 

Kedua, Kompetensi Kepribadian

Untuk menopang tugas guru, seorang guru harus memiliki perasaan bangga menjadai seorang tenaga didik walaupun tantangan yang dihadapi sangat berat. Selain itu guru harus memiliki integritas yang baik sehingga guru bisa mempengaruhi peserta didik sekaligus menjadi role model bagi siswanya maupun teman sejawat di sekolah. Secara singkat karakter yang diharapkan muncul dalam kepribadian guru adalah: (1) Jujur dan berakhlak mulia; (2) Menampilkan pribadi yang konsisten dan berwibawa (dengan penegtahuan yang dimiliki); (3) Memiliki etos kerja tinggi dan bertanggung jawab; (4) menjunjung kode etik profesi guru.

 

Ketiga, Kompetensi sosial

Pendidikan yang integral harus melibatkan peran masyarakat. Karena itu, guru harus memiliki kompetensi sosial masyarakat, dalam rangka meningkatkan peran meraka dan meningkatkan kualitas pendidikan secara umum. Kompetensi sosial tersebut tercermin dalam: (1) bertidak obyektif serta tidak diskriminatof; (2) berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun; (3) dapat beradaptasi di manapn berada; (4) dapat berkomunikasi dengan pebagai komunitas baik yang terkait dengan pendidikan maupun tidak.

 

Keempat, Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, Kemampuan guru dalam mengupdate dan menguasai materi pembelajaran. Kompetensi Profesioal terangkum dalam: (1) Kemampuan guru dalam memahami prinsip-prinsip didaktik metodik sebagai ilmu keguruan (bagaimana menerapkan apersepsi, perhatian, kerja kelompok, dan prinsip-prinsip yang lain); (2) Menguasai materi, prinsip-prinsip keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu; (3) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar; (4) Mengembangkan materi pelajaran yang diampu; (5) Mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan; (5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

 

Profesionalisme guru sesungguhnya terangkum dalam kemampuan guru menguasai keempat kompetensi di atas. Adapun strategi dalam mewujudkan guru yang benar-benar profesional, yaitu: (1) penyediaan guru berbasis perguruan tinggi, (2) induksi guru pemula berbasis sekolah, (3) profesionalisme guru berbasis prakarsa institusi, dan (4) profesionalisme guru berbasis individu atau menjadi guru madani.

Dalam point pertama disebutkan bahwa penyediaan guru adalah berbasis perguruan tinggi. Dalam UU No.14 guru dan dosen, juga ditegaskan guru profesional setidaknya harus berkualifikasi S1/DV.

Profesionalisme guru tidak bisa terwujud tanpa adanya peningkatan kompetensi guru itu sendiri. Pemerintah telah merancang design peningkatan kompetensi guru, diantaranya melalui pelbagai cara di bawah ini:

desing peningkatan kompetensi guru

Pertama, Pendidikan dan Pelatihan

Program pendidikan dan pelatihan meliputi, Inhouse training baik yang diselenggarakan oleh sekolah maupun KKG/MGMP; program magang; kemitraan sekolah; belajar jarak jauh (biasa dilakukan secara online); pelatihan berjenjnag yang biasa dilakukan oleh P4TK; kursus singkat di LPTK; Pembinaan internal sekolah hingga Pendidikan lanjut.

 

Kedua, Kegiatan selain Pendidikan dan Pelatihan

Kegiatan ini diantaranya adalah: diskusi, seminar, workshop (yang seringkali diadakan oleh instansi pemerintah maupun swasta), penelitian, penulisan buku atau bahan ajar, pembuatan media hingga pembuatan karya teknologi/karya seni.

 

Ketiga, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)

Melaksanakan kegiatan PKB merupakan sebuah kewajiban seorang guru ASN jika ingin naik jenjang. Syarat ini sangat mutlak dan tergantung masing-masing golongan dari guru yang bersangkutan. Kegiatan PKB terdiri dari kegiatan penegmbangan diri dan publikasi ilmiah serta kegiatan unsur penunjang.

 

Keempat, Uji Kompetensi.

Seorang guru harus memiliki beberapa kompetensi dasar kemudian agar kompetensi yang dimiliki mendapat pengakuan dari instansi atau teman sejawat, maka yang bersangkutan harus mengikuti kegiatan uji kompetensi. Setidaknya ada 3 kompetensi dasar yang harus dimiliki guru, yakni kompetensi Pedagogik, Kepribadian, Sosial dan Profesional.

 

Gaji Guru di beberapa belahan Dunia

 

Saya akan sedikit mengulas bagaimana sebuah negara memberikan penghargaan kepada para guru-guru mereka, terutama terkait kompensasi.

Kanada

Di Kanada, guru harus memegang gelas sarjana dan pascasarjana. Gaji guru di sana minimal berkisar U$ 40.000 (setara 480 juta) hingga $ 90.000 pertahun. Sekolah di Kanada dikelola oleh pemerintah, sebagian dikelola oleh swasta dengan menggandeng beberapa sponsor.

Inggris Raya

Penggajian guru di Irlandia ditentukan oleh masa kerja atau senioritas. Guru pemula minimal mendapatkan gaji sekitar € 27.000. ( sekitar 270 juta) Guru yang telah memiliki pengalaman dan menjabat sebagai kepala sekolah bisa mendapatkan gaji lebih dari € 90.000.

Guru pemula di Inggris mendapatkan antara € 20.000 hingga € 40.000 per tahun. Sedangkan gaji guru di Skotlandia berkisar € 20.000 – € 40.000 pertahun. Untuk kepala sekolah di Skotlandia bisa memdapatkan gaji hingga € 70.000.

Amerika Serikat.

Guru di As harus mendapatkan sertifikat dan lisensi –tentunya harus minimal memperolah gelar sarjana.Gaji guru di As mulai dari US$ 20.000 hingga US$ 50.000 pertahun ( atau minimal sekitar 200.000 juta).

Finlandia

Finlandia merupakan salah satu negara dengan konsep pendidikan terbaik di dunia. Guru di Finlandia di gaji berdasarkan pengalaman, bukan prestasi. Guru dengan pengalaman 15 tahun ke atas bisa memperoleh gaji sekitar US$ 41.000 per tahun (setara 410.000 juta).

Australia dan Selandia Baru

Rata-rata guru di Australia sebesar US$ 44.000/tahun atau sekitar 440.000 juta. Sedangkan di Selandia Baru, gaji guru di sana berkisar US$ 34.000/tahun atau sekitar 300-350 juta.

Jepang dan Korea

Gaji guru di Jepang dan Korea hampir sama. Di sana para guru mendapatkan gaji mulai US$ 20.000 hingga US$ 70.000 pertahun atau jika dirrupiahkan antara 200-700 juta/tahun. Gaji guru di Kore sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Jepang.

Singapura

Gaji guru di Singapura paling rendah mulai dari 1.350 SGD/bulan atau setara 13 juta. Dalam satu tahun guru di Singapura bisa mendapatkan gaji antara 120-600 juta.

Malaysia

Di negeri jiran gaji guru minimal 1.200 RM/bulan atau setara 3.860.220 juta. Para guru di sana rata-rata bisa mendapatkan gaji hingga 6.000 RM/bulan atau sekitar 20 juta/bulan atau 220 juta pertahun. Wow!.

Thailand

Gaji guru di Thailand minimal sekitar 20.000 THB/bulan atau sekitar 6 juta. Guru di sana bisa mendapatkan gaji hingga 31.988 THB/bulan atau setara 12 juta. Dalam satu tahun bisa mendapatkan pengahsilan hingga 130 juta/tahun.

Brunei Darussalam

Gaji minimal guru di Brunei Darussalam sebesar 1.000 BND/bulan atau sekitar 8-9 juta. Guru di sana bisa mendapatkan gaji hingga 2.500 BND/bulan atau sekitar 22 -24juta. Dalam satu tahun guru di Brunei Darussalam bisa mendapatkan penghasilan antara 100-200 juta per tahun.

 

Berapa gaji Guru di Indonesia?

 

Gaji guru di Indonesia masih memprihatinkan. Untuk guru dengan status ASN minimal mendapatkan gaji sekitar 3 juta perbulan atau 40 juta pertahun. Jika guru ASN tersebut sudah sertifikasi bisa mendapatkan gaji sekitar 70-90 juta. Sedangkan guru swasta di Indonesia ada yang mendapat gaji sebesar 300.000 perbulan atau sekitar 4-5 juta pertahun. Jika guru swasta tersebut sudah sertifikasi, maka guru tersebut bisa mendapat tambahan penghasilan sebesar 1,5 juta perbulan. Gaji guru di Indonesia hampir sama di Filiphina.

Saling Keterkaitan.

Negara-negara maju yang tergabung dalam OEDC (The Organisation for Economic Co-operation and Development) seperti AS, Kanada, Norwegia, Finlandia, Denmark, jepang dan Korea memiliki pendidikan yang berkualitas. Negara-negara tersebut sangat memperhatikan kualitas dan kesejahteraan para guru.

Kualitas dan kesejahteraan dua sisi yang tidak bisa terlepas, masing-masing mempunyai keterkaitan. Guru harus memiliki kapasitas yang mumpuni selain minimal bergelar sarjana. Di saat yang sama, negara juga memberikan fasilitas yang lebih kepada para guru, mulai dari memberikan layanan peningkatan kualitas kompetensi guru, fasilitas sehari-hari hingga memberikan pengupahan yang layak (baca: minimal).