Sosiolog Karl Mannheim, mendefiniskan generasi sebagai kelompok yang teridiri dari individu yang memiliki kesamaan dalam rentang usia, dan mengalami peristiwa sejarah penting dalam suatu periode waktu yang sama. Beberapa Ilmuwan lain seperti Strauss dan Howe mencoba menjelaskan secara spesifik.

William Strauss, penulis sekaligus sejarawan AS alumni Harvard serta Neil Howe dari Associate Center for Strategic and International Studies, berkolaborasi mempublikasikan teori “generasi”, yang menjelaskan tentang periodesasi kemunculan generasi ke dalam pelbagai tahap, diantaranya adalah: Generasi Era Depresi, generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, generasi X, Y lalu Z.

 

Saya akan menjelaskan siklus generasi mulai dari generasi X, Y lalu Z sebagai berikut:

Siklus generasi

 

Pertama, generasi X.

Generasi X atau Gen X, adalah generasi yang mengikuti baby boomer. Peneliti menggambarkan generasi X merupakan generasi yang lahir pada tahun 1940an hingga 1960an. Generasi X ditandai sebagai generasi yang lesu, sinis dan anti kemapanan. Mereka cenderung memilih gegap gempita dan, berkecimpung dalam industri kreatif.

 

Kedua, generasi Y.

Generasi Y dikenal juga dengan generasi millenial yang hidup mulai tahun 1977 hingga tahun 1995. Generasi pada periode ini mempunyai karakteristik; berprestasi, percaya diri, toleransi tinggi, individualisme, ambisius, multitasking, dan dalam bidang teknologi, generasi millenial (ketika era internet mulai booming), sudah banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instan messaging dan media sosial seperti facebook dan twitter.

 

Ketiga, generasi Z.

Generasi Z lahir antara tahun 1996 hingga saat ini. Generasi terbaru ini mempunyai karateristik; penyuka teknologi terutama internet dan media sosial, menerima banyak perbedaan atau toleransi. Dalam aspek pekerjaan, generasi Z multitasking dan mempunyai etos kerja cukup tinggi. Generasi Z sangat mirip dengan generasi Millenial (Y), terutama dalam penguasaan teknologi, namun yang membedakan, generasi Z semenjak dilahirkan mereka sudah dikenalkan teknologi oleh lingkungan terdekat. Hellen Ktherina dari Nielsen Indonesia, menyebut generasi Z adalah generasi masa depan.

Generasi Z datang setelah generasi Millenial –di saat internet mulai berkembang di belahan dunia, ditandai dengan hadirnya Yahoo dengan web berita dan surelnya dan secara pasti menandai hadirnya era komputing.

 

Sampai sejauh mana perkembangan internet di Indonesia?

 

Perkembangan internet begitu cepat, termasuk di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar setelah China, India, US dan Brasil. Dalam skala Asia, Indonesia masuk tiga besar (lihat data di bawah).

 

Pengguna internet dunia

 

Seberapa besar jumlah pengguna internet di Indonesia?. Assosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melakukan riset secara mendalam. Hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, didapat data sebagai berikut.

 

  • Pengguna internet di Indonesia 88, 1 juta dari 252, 4 juta penduduk. 48, 2% pulau Jawa, dan 51,8% pengguna internet dari luar pulau Jawa.
  • Pada tahun 2016, pengguna internet bertambah menjadi 132, 7 juta pendudukan. 29,2% (38,7 juta) didominasi pengguna usia 35-44 tahun; 24, 4% (32, 3 juta) berusia 25-34 tahun; 18, 4 24,4 juta) pengguna berusia 10-24 tahun.
  • Dari total pengguna 132, 7 juta, 62% (82,2 juta) di dominasi oleh pekerja atau wiraswasta; 16,6% (22 juta) IRT; 7,8 % (10,3 juta) mahasiswa; dan 6,3% (8,3 juta) pelajar.

Infografis pengguna internet

  • Apa alasan mereka berinternet? 25% (31,3 juta) update informasi; 20,8% (27,6 juta) terkait pekerjaan; 13,5% (17,6 juta) untuk mengisi waktu; 10,3% (13,6 juta) sosialisasi; 9,2% (12,2 juta) terkait pendidikan; 8,8% *11,7 juta) terkait hiburan; 8,5% (10,4 juta) terkait bisnis.

  • Perangkat yang digunakan?. 47,6% (63,1 juta) menggunakan perangkat mobile; 50,7% (67,2 juta) mobile + komputer; dan 1,7% (22 juta) menggunakan perangkat komputer.
  • Dimana sajakah mereka mengakses internet? 69,9% (92,8 juta) mereka mengakses internet di mana saja; 13,3% (17,7 juta) mengakses internet di rumah; 11,2% (14,9 juta) mengakses di tempat kerja; 2,2% (2,9 juta) mengakses di kampus atau lembaga pendidikan; 1,6 % (2,1 juta) mengakses di warnet; dan 0,9% (1,2 juta).

  • Konten media sosial apakah yang sering diakses? Facebook menempati urutan pertama dengan jumlah 69,9% (92,8 juta pengunjung); Instagram 15% (19,9 juta); Youtube 6% (7,9 juta); Twitter 5,5% (7,2 juta); dan LinkedIn 0,6% (796 ribu).

 

Kesimpulan

 

Pertama, dari siklus generasi di atas, dapat kita pahami bahwa kita saat ini memasuki era generasi Z, yang begitu kental dengan aspek tekonologi, khusunya gadget, internet dan media sosial. 24,4 juta pengguna internet di indonesia berusia 10-24 tahun, 18, 6 juta diantaranya berstatus pelajar, dan 12,2 juta orang di Indonesia mengakses internet terkait pendidikan.

Kedua, sebuah tantangan besar bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan semua infrastruktur, terutama SDM guru yang handal dan bisa menyesuaikan dengan dunia baru, yang ditandai dengan kelahiran generasi Z serta diiringi dengan penetrasi teknologi internet yang begitu masif.

 

Rekomendasi Untuk Guru

 

Di era millenial kemudian di susul hadirnya generasi Z, menjadi tantangan bagi guru untuk lebih kreatif serta inovatif dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Memanfaatkan internet (positif) dengan beragam layanan yang hadir menjadi menu pilihan guru untuk disajikan kepada siswa. Guru tidak boleh gagap teknologi lagi, untuk itu guru harus belajar kemudian memanfaatkan era komputing dalam rangka meningkatkan kualitas atau mutu pembelajaran di sekolah.

Guru bisa menciptakan sendiri beragam media pembelajaran atau memanfaatkan yang sudah ada, seperti penggunaan Adobe Spark, Google Site atau Youtube. Memanfaatkan media sosial, seperti WhatsApp, Google Groups, LinkedIn, atau Facebook.

Hayuuk menjadi guru kreatif di era komputing!