Manusia mempunyai naluri agar kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi sehingga dengan pemenuhan tersebut, dapat mendorong manusia melakukan pelbagai aktivitas, mencapai tujuan hidup, meningkatkan motivasi dan meraih ketenangan atau kesenangan.

Teori kebutuhan hidup yang terkenal adalah Need Theory David McClelland dan Abraham Maslow.

 

Need Theory David McClelland

 

Need Theory dicetuskan oleh Psikolog Amerika, David Clarence McClelland. McClelland psikolog kelahiran New York mengenyam pendidikan di Wesleyan University, master University of Missouri, dan Ph.D dalam ilmu psikologi eksperimental dari Yale University. Hidupnya banyak dihabiskan menulis dan mengajar di pelbagai universitas, seperti Harvard dan Boston University.

McClelland mencetuskan “Three Needs Theory”, yang menjelaskan bagaimana keinginan pencapaian kebutuhan seperti kekuasaan dan afiliasi dapat mempengaruhi tindakan dari konteks manajerial. Dia menjelaskan bahwa semua manusia pasti memiliki ketiga jenis motivasi tanpa memandang usia, jenis kelamin, tas atau budaya.

 

Ketiga jenis motivasi tersebut:

 

Pertama, Need for achievement.

Kebutuhan untuk mencapai sesuatu. Kebutuhan ini membuat manusia lebih menyukai mengerjakan tugas-tugas tertentu dengan kesulitan yang sedang, dan menyukai mendapatkan umpan balik.

 

Kedua, Need for affiliation

Kebutuhan untuk mendapatkan afiliasi, koneksitas, dan hubungan interpersonal. Manusia yang memiliki kebutuhan untuk berafiliasi menyukai menghabiskan waktunya untuk menciptakan dan memelihara hubungan sosial. Bekerja secara berkolaborasi menjadi sebuah habit mereka.

 

Ketiga , Need for power.

Need of Power membuat manusia menghabisan waktunya untuk mendapatkan kekuasaan atau kepemimpinan, minimal mendapatkan pengakuan atas eksistensinya. Manusia dengan kebutuhan ini sangat termotivasi untuk bisa muncul dalam permukaan khalayak ramai, pandai berargumen dan selalu menjadi terdepan.

 

Teori Kebutuhan Abraham Maslow

 

hierarki maslow

 

Abraham Maslow merupakan seorang psikolog Amerika Serikat keturunan Yahudi kelahiran Brooklyn, New York 1908 yang dikenal dengan gagasan hierarki kebutuhan manusia.

Maslow memperoleh gelar psikologi dari Universitas Wisconsin, kemudian mendalami riset di Universitas Columbia. Di sana bertemu dengan psikolog kenamaan, seperti Alfred Adler. Selain menjadi seorang psikolog, Maslow adalah guru besar di Universitas Brandeis.

Profesor Abraham Maslow menggunakan bentuk piramida untuk memvisualisasikan hierarki kebutuhan manusia. Menurutnya, manusia selalu termotivasi untuk memenuhi kebutuhannya mulai dari terendah; mulai dari kebutuhan fisiologis, akan rasa aman, kebutuhan untuk dicintai, kebutuhan untuk dihargai dan aktualisasi diri.

 

Pertama, kebutuhan fisiologis.

Kebutuhan fisiologis bisa disebut juga dengan kebutuhan dasar (basic needs). Kebutuhan ini diantaranya yang paling melekat: udara, makanan, dan materi. Setiap manusia pasti membutuhkan kebutuhan mendasar ini.

 

Kedua, kebutuhan akan rasa aman.

Naluri manusia mempunyai rasa takut. Untuk melindungi agar ketakutan tidak selalu muncul atau hadir, maka manusia mencari sebuah perlindungan atau keamanan. Inilah yang disebut dengan kebutuhan rasa aman.

 

Ketiga, kebutuhan untuk dicintai.

Setelah basic needs dan savety needs terpenuhi, manusia mencari kebutuhan yang lain, yakni dicintai atau disayangi oleh orang-orang disekelilingnya (keluarga, teman dan atasan). Kebutuhan di atas biasanya terjalin melalui sebuah komunikasi yang baik, baik melalui pertemanan maupun interaksi sosial yang lain.

 

Keempat, kebutuhan untuk dihargai.

Esteem needs atau harga diri salah satu diantara beberapa kebutuhan manusia yang selalu ingin terpenuhi manakala kebutuhan-kebutuhan yang lain sudah terpenuhi. Esteem needs menyangkut kekuatan, kompetensi, percaya diri, kemandirian, penghargaan dari orang lain, dan status sosial. Puncak dari semuanya, modal untuk mewujudkan self actualization.

 

Kelima, aktualisasi diri.

Jika manusia memiliki esteem needs tinggi, ditopang dengan kemandirian, percaya diri, mempunyai kompetensi, dan keinginan yang kuat untuk berkembang, pada akhirnya ia akan melakukan aktualisasi diri.

 

Implementasi di Sekolah

 

Dari Teori kebutuhan manusia David McClelland dan Abraham Maslow di atas dapat diambil pelajaran oleh kalangan pendidik atau guru. Diantara pelajaran yang dapat diperoleh sekaligus di implementasikan si sekolah:

 

#Assesmen Menyeluruh

Guru bersama-sama dengan tenaga yang lain, seperti konselor, psikolog, waka kesiswaan membuat assesmen secara menyeluruh. Assesmen dibuat bertujuan untuk mengumpulkan pelbagai informasi anak secara lengkap, mulai dari kelahiran, masa balita, karakteristik/gaya belajar, kecenderungan hingga kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak.

 

#Menjadi Orang Tua di Sekolah.

Tugas guru tidak hanya mengajar, namun juga menjadi orang tua para siswanya di sekolah. Memperlakukan siswa tidak hanya sekedar seorang murid, namun lebih dari itu, menjadikan mereka seperti anak-anak sendiri membuat guru akan mudah memberikan rasa “cinta” kepada mereka.

 

#Sekolah Aman.

Menjadikan tempat belajar menjadi sekolah aman bagi anak sudah kewajiban para stakeholder pengampu pendidikan. Sekolah aman akan membuat anak-anak serasa belajar di rumah sendiri sehingga mereka akan merasa nyaman. Hal terkecil menjadikan sekolah nyaman adalah menjauhkan perilaku bullying, tidak mudah menghakimi hingga menjauhkan perilaku persekusi.

 

#Optimalisasi Potensi Siswa.

Arahkan kecenderungan, minat dan bakat siswa ke arah positif di sekolah semisal pelbagai kegiatan ekstrakulikuler dan organisasi sekolah. Kegiatan ektrakulikuler dan organisasi intra sekolah bisa menjadi wadah aktualisasi diri. Siswa yang mempunyai kecenderungan pada alam, mungkin akan menyukai kegiatan kepramukaan. Siswa dengan bakat akademik dan kepemimpinan akan cocok bergabung dengan wadah OSIS.

 

#Kebebasan Terkendali

Salah satu cara menumbuhkan kreativitas siswa adalah dengan memberikan kebebasan. Dengan kebebasan, siswa akan dengan mudah melakukan eksplorasi. Perlu dicatat, kebebasan di sini adalah kebebasan yang terkendali.

 

Demikian paparan Teori Hierarki Kebutuhan Manusia dan bagaimana mengimplementasikannya dalam lingkungan pendidikan.