Menjadi orang pandai itu mudah, namun menjadi kreatif itu sulit, kata sebagian orang. Beberapa studi di lapangan baik di sebuah organisasi maupun corporat, membuktikan bahwa problem yang pernah mereka hadapi dapat terselesaikan melalui tangan-tangan orang kreatif dan ulet.

Steve Jobs bukanlah orang yang pandai-pandai amat dalam bidang pemrograman komputer. Di belakangnya ada Steve Mozniak yang bertanggung jawab dalam divisi teknis di awal-awal Apple berdiri. Apple menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia berkat sentuhan kreativitas design Steve Jobs.

Kita membutuhkan sentuhan kreativitas di seluruh lini. Tidak hanya perusahaan, namun kita sebagai indvidu membutuhkannya. Kreativitas adalah instrument penting dalam kehidupan.

Banyak orang ingin menjadi kreatif namun “merasa” kesulitan dalam mewujudkannya. “Saya bukan orang kreatif sebelumnya, apakah saya bisa menjadi kreatif?”, ucap mereka.

Namun benarkah kita tidak mungkin menjadi kreatif?

Melalui artikel ini, saya akan membahas panjang lebar mengenai kreativitas, mitos kreatifitas sekaligus bagaimana cara meraihnya.

Menurut kamus dictionary Cambridge  kreatif di definisikan sebagai:

 

 

  • Memproduksi atau menggunakan ide-ide asli dan tidak biasa
  • Menjelaskan atau menggambarkan hal-hal tidak biasa dalam rangka untuk “memanipulasi” atau memberikan kesan palsu/tidak menunjukkan sesungguhnya.

Profesor Universitas Chicago, Mihaly Csikszmihaly, mendefiniskan kreativitas sebagai setiap tindakan, ide, atau produk yang mengubah domain yang sudah ada, atau yang mengubah domain yang sudah ada menjadi sebuah domain baru.

Sedangkan Edward de Bono mengatakan bahwa seseorang dikatakan kreatif ketika ia menggunakan pemikiran lateral untuk menalar apa yang tidak jelas dan tentang ide-ide yang mungkin tidak bisa diperoleh dengan hanya menggunakan logika selamgkah demi selangkah.


Mitos Kreativitas

 

Mitos kreativitas

 

Sebagian kecil beranggapan bahwa kreativitas adalah bawaan semenjak lahir, sebagian yang lain berpendapat kreativitas merupakan buah dari IQ. Benarkah semua asumsi tersebut?

Bernard Schroeder, Profesor sekaligus direktur Lavin Entrepre-neurship Center Program San Diego State University menuliskan mitos-mitos tentang kreativitas yang sering disalah sartikan. Berikut penjelasan dari pakar ekonomi dan pembicara TEDx tersebut:

 

Gen Kreativitas

Banyak orang percaya kemampuan kreatif seseorang diwariskan ke dalam DNA atau gen. Anggapan ini tidak didukung dengan bukti kuat. Pada tahun 2009, sebuah studi di Harvard Bussines Review, menyimpulkan bahwa sebanyak 20 persen kreativitas diwariskan dan 80 persen dipelajari.

 

Ide Orisinal

Kreativitas menghasilkan produk ide-ide orsinil. Asumsi ini salah. Dilapangan banyak menunjukkan bahwa ide-ide baru sebenarnya adalah kombinasi dari ide-ide lama, dan bahwa membagikan ide-ide itu dapat memicu lebih banyak inovasi. Scott Anthony dalam laporannya di majalah HBR, memperlihatkan bahwa beberapa contoh produk-produk baru di Silicon Valley merupakan hasil dari perulangan produk lain. Contoh, One Drive Microsoft merupakan produk perulangan dari Drop Box, Gojek mendapatkan inspirasi nyata dari Uber.

 

Ahli Inovasi

Orang kreatif adalah ahli inovasi? Orang lama dengan pengalamannya biasanya memecahkan masalah dengan cara memilih metode yang telah membuat mereka sukses di masa lalu dengan mengkesampingkan pendekatan-pendekatan baru. Tom dan David Kelly, pendiri IDEO menjelaskan bahwa permasalahan yang rumit seringkali membutuhkan perspektif berbeda atau pemikiran pemula yang mengacu pada kecenderungan untuk menghadapi setiap situasi dengan keterbukaan dan sedikit prasangka.

 

Penghargaan

Penghargaan akan memicu kreativitas? Tidak ada penelitian khusus yang dapat membuktikan mitos ini. Sesuatu yang berkaitan dengan keuangan atau sebaliknya akan meningkatkan motivasi yang berpengaruh pada meningkatnya inovasi-kreativitas. Insentif dapat membantu, namun lebih sering terjadi jeleknya daripada bagusnya, kata Schroeder.

 

Penemu Tunggal

Orang hebat atau penemu tidak bisa bekerja sendiri. Seperti Apple, Stve Jobs tidak akan bisa memajukan Apple tanpa ahli teknologi seperti Steve Wozniak atau Mike Markkula yang ahli dalam pemasaran. Begitupun juga dengan facebook. Zuckerberg akan sulit mengembangkan facebook hingga merajai media sosial saat ini tanpa bantuan COO, Sherly Sandberg. Kreativitas adalah usaha tim, penelitian baru-baru ini menunjukkan bagaimana memadukan kreativitas dalam budaya perusahaan dapat membantu pimpinan membentuk tim luar biasa.

Itulah sebagian mitos menurut Bernhard Schroeder. Kreativitas itu sederhana kok. Ia terkait dengan rasa ingin tahu, imajinasi dan kegigihan.

Tidak salah jika Einstein mengatakan,

“saya tidak memiliki keterampilan khusus, saya hanya penuh rasa ingin tahu”

“imajinasi adalah segala-galanya. Imajinasi merupakan suatu pertunjukan dari gambaran hidup yang akan dating”

Dan sekali lagi ia berucap,

“Bukanya saya ini sangat pintar; hanya saja saya bertahan pada masalah lebih lama”


Kerangka Kerja Kreativitas

Bagaimana saya bisa melangkakan kaki agar saya bisa mendorong kreativitas untuk keluar dari dalam diri saya? Kerangka kerja kreativitas akan membantu Anda untuk memahami secara detil tentang kreativitas. Kerangka kerja kreativitas tersebut terdiri dari pola pikir, dan lingkungan

 

Pertama, Pola Pikir Berkembang

Salah satu komponen terpenting dalam kerangka kerja kreativitas adalah pola pikir berkembang. Pola pikir berkembang sangat erat kaitannya dengan sikap positif dan terbuka. Sikap positif dan terbuka akan membantu seseorang untuk melahirkan sikap positif, sehingga mendorong keberanian, melangkahkan kaki dan memunculkan ide-ide baru.

Carol Dweck, professor psikologi dari Universitas Stanford membagi pemikiran manusia menjadi dua, yakni:

 

Pertama, orang yang meyakini bahwa kualitas diri seseorang (kecerdasan, bakat, karakter dan kreativitas) itu tetap. Dweck menyebut tipe orang ini sebagai fixed minset.

Kedua, orang-orang yang meyakini bahwa kualitas diri seseorang  (kecerdasan, bakat, karakter dan kreativitas) bisa bertumbuh atau berubah. Dweck menyebut tipe orang ini sebagai growth mindset.

Orang dengan growth mindset tidak pernah melabeli diri dengan label negative, berorientasi pada pemecahan secara kreativ, dan tidak pernah melihat sebuah kegagalan sebagai hasil akhir.

Growth mindset wujud dari pola piker berkembang. Senada dengan hal tersebut, Bernhard Schroeder memberikan tips membangun pola pikir berkembang. Lihat di bawah ini.

 

kecenderungan kreatif

Kedua, Lingkungan

 

Lingkungan yang baik bisa menumbuhkan kreativitas, terutama jika pemimpin dalam masing-masing institusi atau organisasi mampu menjalankan kepemimpinan dengan baik, seperti memberikan kebebasan (yang terkontrol) anak buahnya, selalu memberikan motivasi daripada celaan atau kritik. Seorang pemimpin merupakan salah satu komponen penting dalam menciptakan budaya organisasi.

Memilih teman atau pertemanan juga mempengaruhi. Lingkungan dengan teman-teman yang buruk (keras kepala, tertutup dan kaku) akan membuat lingkungan menjadi keruh. Sulit menciptakan kreativitas di lingkungan seperti ini.


Creative Confidence

 

Masih dalam pembahasan tentang kreativitas.

Tom & David Kelley, pendiri perusahaan design global IDEO menulis buku menarik tentang kreativitas. Buku tersebut berjudul “Creative Confidence”.

“Creative Confidence” adalah mantra dalam dunia designer. Creative Confidence atau kepercayaan kreatif adalah tentang sebuah kepercayaan pada kemampuan diri sendiri untuk menciptakan perubahan di sekeliling.

“Kepercayaan kreatif adalah tentang percaya pada kemampuan Anda untuk menciptakan perubahan di dunia di sekitar Anda. Kepercayaan diri ini terletak di jantung inovasi. Menurut Tom dan David Kelley dalam buku mereka “Creative Confidence”, mendefinisikan kepercayaan kreative sebagai “melepaskan potensi kreatif dalam diri sendiri”.

Saya mencatat secara ringkas terkait “Creative Confidence”

  • Setiap kontribusi dan kreativitas yang Anda miliki sangat berharga.
  • Kepercayaan kreatif dapat diperoleh saat Anda mencoba sesuatu yang belum pernah Anda lakukan dan mempelajari sesuatu yang baru.
  • Keyakinan untuk menempatkan diri pada dahan.
  • Mengetahui bahwa Anda tidak harus menemukan satu jawaban yang benar.
  • Mengetahui tidak ada satu pun jawaban yang tepat untuk masalah Anda, dan meraka diberdayakan untuk membuat dan menguji berbagai masalah.
  • Tidak takut dengan imajinasimu.
  • Mampu membuat apa saja dan merasa senang karenanya. Tidak ragu untuk membangun apa pun yang terlintas dalam pikiran.
  • Kepercayaan untuk mempercayai naluri Anda dan berbagai ide Anda dengan kelompok.
  • Keyakinan adalah gagasan yang Anda miliki.
  • Memupuk rasa percaya diri dan hilangkan rasa takut.
  • Lakukan pekerjaanmu dengan cara kreatif yang kamu tahu.

 

Ramona Sukhraj, head of editorial content IMPACT website menulis tips tiga langkah membangun “creative confidence”. Tiga langkah tersebut adalah:

 

#1. Menjadikan sebuah tujuan

Menurut Kelley, untuk menjadi kreatif langkah pertama adalah dengan memutuskan untuk mewujudkannya. Kelley mendorong Anda untuk tidak terlalu memperhatikan apa yang dilakukan orang lain, namun lebih fokus pada cara kreatif Anda, tidak peduli bagaimana hasilnya atau jika seseorang telah melakukannya sebelumnya atau tidak. Kreativitas adalah relative terhadap masing-masing individu. Bahkan jika tidak menemukan ide original, Anda dapat memodifikasi ide orang lain, yang dalam istilah Austin Kleon disebut sebagai “mencuri seperti seorang seniman”.

Mengutip psikolog Robert Sternberg, Kelley mengatakan bahwa orang kreativ cenderung:

  • Definisikan masalah dengan cara baru
  • Ambillah risiko yang masuk akal dan terima kegagalan sebagai bagian dari proses
  • Hadapi hambatan
  • Toleransi ambiguitas
  • Terus berkembang secara intelektual
  • Proses menjadi kreatif dimulai dengan mengadopsi pola pikir yang benar, dan memilih untuk berpikir di luar kotak.

 

#2 Kegagalan adalah bagian dari proses kreatif

Yang harus Anda pahami adalah, setiap kegagalan tidak selalu nilainya 0, namun kegagalan merupakan bagian dari proses kreatif itu sendiri yang suatu saat nanti bisa memberikan nilai 100.

Menjadi kreatif membuthkan latihan, trial and error. Thomas Edison selalu mengalami kegagalan hingga puluhan kali sebelum mendapatkan keberhasilan dari setiap temuannya.

Menjadi kreatif berarti harus mengakrabkan diri dengan kegagalan. Menurut Kelley, ketakutan akan kegagalan menjadi penghalang terbesar dalam meraih keberhasilan dan mewujudkan kreativitas. Anggaplah kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar, menemukan kesalahan, atau celah untuk melakukan perbaikan terus menerus.

 

#3 Tindakan Selalu Mendahulukan Karya Kreatif Besar

Karya hebat selalu didahului dengan tindakan-tindakan terencana dalam suatu periode dengan perencanaan, observasi, dan manajemen waktu yang tepat.

Menurut Kelley, orang dengan keyakinan kreatif percaya tindakan mereka dapat menghasilkan perbedaan positif, mereka tidak membuang-buang waktu untuk mengejar kesempurnaan. Semua waktu adalah momentum, sehingga Anda tidak lagi punya keinginan untuk menunda-nunda.


Proses Kreatif

 

Kreatif proses

 

Setelah memahami makna dasar kreativitas, saatnya yang terakhir memahami proses kreativitas itu sendiri. Seperti stages, semuanya ada tahapannya, termasuk dalam mencapai kreativitas.

Scott Barry Kaufman, direktur ilmiah The Imagination Institute di Positive Psychology Center  University of Pennsylvania, empat tahap dasar creative process terdiri dari: (1) prepare, (2) incubate, (3) illuminate, dan (4) evaluate

Pakar psikologi kreativ alumni King’s College dan Yale tersebut menjelaskan secara detil sebagai berikut:

 

Tahap 1: Persiapan

Dalam tahap ini, ide tidak serta merta muncul. Jika Anda ingin otak di dalam tubuh kita muncul gagasan inovatif, maka Anda perlu memberikanya bahan atau asupan makanan yang tepat. Karena itu, Tom & David Kelley menekankan betapa pentingnya creative confidence -berpikir positive dan terbuka.

Studi Kasus:

Profesional ASN melakukan riset pengguna sebelum meluncurkan aplikasi satu pintu dalam pengurusan administrasi. Seorang guru melakukan dialog dengan siswa untuk mencari inspirasi dalam pembuatan media yang cocok dengan kebutuhan siswa.

 

Tahap 2: Inkubasi

Dalam tahap ini, inkubasi adalah tempat di mana Anda berhenti secara sadar memikirkan masalah yang sedang Anda coba pecahkan. Istirahat sejenak, dalam istilah lainnya “mengendapkan” dalam otak untuk memunculkan ide-ide baru yang bisa menyelesaikan masalah.

Ketika individu mulai memproses ide-idenya, ia mulai mensintesakannya (suatu integrasi dari dua atau lebih elemen yang ada untuk menghasilkan suatu hal yang baru) menggunakan imajinasi dan mulai menciptakan sebuah ciptaan/produk/gagasan.

 

Tahap 3: Iluminasi

Ini adalah nama ilmiah untuk “eureka!” Klasik itu! saat ketika “koneksi secara otomatis, tanpa sadar bertabrakan dan kemudian mencapai ambang kesadaran,” kata kata Kaufman. “Kamu seperti ‘ya Tuhan! Itu idenya!'”

Artinya …

Seseorang mendapatkan suatu pencerahan bagaimana menyusun pikirannya ketika mendapati ide-ide sehingga muncul sebuah pencerahan. Misalnya, seorang guru dengan tugas menyusun sebuah media pembelajaran mungkin hampir bersamaan memiliki ide untuk merangkainya dalam sebuah karya tulis ilmiah.

 

Tahap 4: Verifikasi

“Anda belum selesai.” Agar kreativitas mencapai orang lain dan mencapai apa pun, Anda perlu sekali lagi menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk memikirkan audiens Anda dan menyusun pesan atau ide Anda. “Beberapa ide kreatif terbesar sepanjang masa dapat hilang dengan mudah karena tidak dikemas dengan benar atau habis,” kata Kaufman.

Dalam tahap ini, diperlukan berpikir kritis dengan melakukan diskusi, konsultasi atau brainstorming dengan klien, siswa, atau calon pengguna sebelum melanjutkan langkah lebih jauh atau sebelum membuat keputusan penting.

 

Pelengkap

 

Scott Barry Kaufman hanya membuat 4 steps. Tidak salahnya jika saya menambah satu step lagi. Karena beberapa praktisi yang lain menyebut 5 stages/steps. Steps yang terakhir ini adalah Implementation.

Tahap akhir dari Creative Process adalah mengimplementasikan sebuah ide-ide yang ada setelah melewati rangkaian proses kreatif. Misalnya, seorang guru membuat media pembelajaran dari 0, dia terus-menerus menerapkan ide-idenya dan membuat penyesuaian sampai media yang dia buat bisa digunakan oleh seluruh siswanya. Dan siswanya sangat menyukai media buatan sang guru tersebut.


Uji Diri Sendiri

Untuk melihat seberapa kreatif Anda, tidak ada salahnya jika Anda mencoba isi kuisioner yang dibuat oleh Kellogg nortwestern berikut ini.

Sudah mengisi?

Seberapa kreatifkah Anda? ^ _ ^


Kesimpulan

 

 

  • Kreativitas tidak semata-mata dimiliki oleh orang-orang yang cerdas atau pandai. Hindari mitos-mitos kreativitas, seperti gen, ide original, ahli inovasi, penghargaan, dan penemu tunggal.
  • Miliki kerangka kerja kreativitas dengan menciptakan pemikiran terbuka dan memilih berada dalam lingkungan yang baik. Lingkungan yang baik dipenuhi oleh orang-orang yang terbuka dengan ide dan pemikiran terbaru. Mereka tidak kaku, apalagi gampang mengkritisi.
  • Ciptakan “creative confidence” dengan membangun kepercayaan diri, bahwa Anda mampu menciptakan pembaharuan di sekeliling Anda. Jangan khawatir terhadap rasa takut dan kegagalan, karena kegagalan adalah bagian dari proses kreatif itu sendri.
  • Last!, Lakukan 5 langkah, berikut: Preparation, incubation, illumination, evaluation dan implementatio