Presentasi merupakan bagian dari cara kita mengkomunikasikan ide-ide, konsep dan produk kita kepada khalayak. Dalam event apa sajakah kita harus melakukan presentasi?

  • Ketika kita mengenalkan produk bisnis.
  • Melakukan sesi brainstorming.
  • Mengenalkan sebuah gagasan kepada atasan atau tim.
  • Ketika kita mengajar di kelas atau kampus.
  • Ketika kita mengisi training atau diklat.
  • Ketika kita memberikan review sebuah konsep.
  • Ketika kita mengkomunikasikan hasil laporan pekerjaan.
  • Ibu RT ketika mengenalkan program dalam acara PKK
  • Dan masih banyak lagi….

Presentasi adalah alat yang ampuh untuk mengkomunikasikan segala gagasan. Tools yang sering digunakan sebagai media presentasi, diantaranya yang masih banyak ditemui adalah Microsoft Power Point, sebagian menggunakan Freezy, sedikit diantaranya menggunakan Mind Map Tools, seperti freemind dan mind manager.


Bagaimana harus memulai?

Membuat presentasi nampak kuat dalam aspek visual dibutuhkan sebuah uasaha yang besar, terutama dalam memahami design presentasi. Power Presentation bagi saya tidak hanya sebuah presentasi yang dapat menampilkan kekuatan visual saja, namun juga bisa dengan mudah menyampaikan pesan ke audien.

Perhatikan slide presentasi di bawah ini.

 

Design Presentation

Mayoritas seseorang membuat presentasi seperti di atas. Nampak membosankan dan terkesan kaku. Kesimpulan dari slide di atas bukanlah slide presentasi, namun Power Word.

Bagaimana membuat desain presentasi nampak kuat secara visual? Berikut ini tahapan dalam membuat Power Presentation:

 

Tahap Pertama, Prepare.

 

Memulai dengan pikiran terakhir

Sebelum membuat slide power point, coba pikirkan apa tujuan Anda berbicara? Apa yang diharapkan oleh audien Anda (siswa)? Materi yang yang akan di bawakan, seberapa penting bagi Audien (siswa) Anda?

 

Mengetahui Audien

Audiens di sini adalah siswa Anda.  Penting bagi seorang guru untuk mengetahui siapa murid Anda, kesenangan hingga gaya belajar mereka. Kesemuanya akan menjadi pertimbangan seorang guru dalam merancang ppt, meskipun ppt yang akan dibuat berdasarkan sebuah riset kecil, ppt sudah mewakili pembelajaran visual dan audio yang sudah barang tentu sangat disukai oleh banyak siswa secara keseluruhan.

 

Isi, Isi dan Isi

Sehebat apapun seorang guru dalam berbicara, namun jika tidak didukung oleh kemampuan dalam merancang isi atau kontent ppt, maka akan sia-sia ppt yang telah dibuat. Isi harus mempunyai kekuatan dan visual yang mendukung (akan di bahas dalam bab mendesign presentasi)

 

Simpel

Simpel atau sederhana bukan berarti jelek, sia-sia atau tidak mempunyai power. Malah membuat konsep “kesederhanaan”, lebih sulit daripada membuat konsep “ramai”, karena kesederhanaan membutuhkan pemikiran dan perencanaan yang mendalam –perancang ppt akan menyeleksi secara cermat dan ketat mana bagian-bagian yang harus ada dan mana yang harus dibuang.

 

Membuat Outline Isi

 

Sketsa sederhana

Garr Reynolds menyarankan agar sebelum membuat sebuah presentasi, terlebih dahulu untuk membuat outline atau kerangka isi menggunakan “mode analog”,  dengan bantuan seperangkat kertas dan pena atau sebuah papan mulai dari berukuran sedang.  Bisa juga menggunakan sketsa.

Buatlah sketsa di kertas secara mengalir dengan menuliskan point-point penting, garis, struktur, chart dan sebagainya. Lebih detil lagi jika menggunakan model storyboard yang dibuat di kertas (bukan dibuat langsung di ppt).

Anda perlu membuat alur agar slide Anda dari awal hingga akhir bermakna. Ambilah pensil dan penghapus. Penggaris  jika diperlukan. Buatlah purwarupa atau sketsa. Tidak perlu minder karena Anda tidak mempunyai kemampuan menggambar atau punya bakat seni.

Sketsa dalam bentuk coretan-coretan sederhana yang berisi konten setiap slide. Coretan-coretan tersebut dapat berisi kalimat, atau gambar-gambar sederhana. Sekali lagi mulailah  membuat sketsa kemudian baru berdiri di depan laptop untuk mengimplementasikan sketsa Anda ke dalam lembar kerja Microsoft Power Point.

Oh ya!, dalam proses membuat analog, Kamu mungkin membutuhkan banyak referensi-referensi. Anda bisa mengunjungi perpustakaan atau mesin pintar, google. Jika berhubungan dengan gambar, Anda bisa berkunjung ke situs iStockphoto.com (menyediakan ribuan gambar menarik dan berkualitas namun Anda harus mengeluarkan sedikit uang).  Jika Anda seorang profesional tidak ada salahnya mengunjungi iStockphoto.

Jika kamu ingin mencari free resource, ada beberapa website menyediakan gambar yang bagus dan gratis, semisal: pexelspixabay, dan getrefe.

 

Tahap Kedua, Mendesign Presentasi

 

Menjaga Kesederhanaan

Hindari kontent presentasi yang Anda buat dengan hal-hal tidak perlu, seperti aneka ragam chart, gambar hingga logo. Semakin anyak atau aneka ragam isi setiap slide dapat menyebabkan kekacauan. Semakin sedikit kekacauan yang Anda buat, maka kesan visual presentasi akan semakin kuat.

Maha karya presentasi Steve Jobs ketika mengenalkan produk Apple, iPhone dipandang sebagai salah satu presentasi terbaik di dunia. Lihatlah kesederhanaan presentasi Jobs di bawah ini.

 

Presentasi Steve Jobs

 

Sedikit lebih baik

Semakin banyak isi setiap kontent, maka semaki kacau presentasi yang kita buat. Sedikit lebih baik. Hindari banyak pemakaian bullet points, tex, dan transisi. Ingat presentasi Anda adalah bukan power word.

 

 Menggunakan Chart

 

Chart PPT

Gunakan Chart ketika mau menampilkan data. Ketika menampilkan sebuah alur atau proses gunakanlah Smart Chart.

 

Warna Ideal

Warna mempengaruhi perasaan audiens. Gunakanlah warna yang baik atau ideal. Warna terbagi menjadi dua, yakni cool (seperti biru dan hijau), dan hangat (seperti oranye dan merah).  Hindari menggunakan aneka warna.

 

Font yang tepat

 

 

Disarankan bagi Anda untuk menggunakan 2 macam font saja untuk keseluruhan presentasi, atau menggunakan tidak lebih dua font komplementer (misalnya, Arial dan Arial Bold). Alangkah baiknya jika Anda sedikit mengetahui dua jenis font secara umum, yakni font serif dan san serif di samping ilmu font pairing juga dirasa sangat bermanfaat.

Jonathan Schwabish ahli data sekaligus peneliti urban institute menyarankan agar Anda tidak menggunakan font berlebihan dan membosankan, seperti Arial, calibri, comic sans. Gunakan ukuran font size (12, 18, 24, 28, 36, 44, 54)

Terkait font, Damon Nofar, Designer dan konsultan menyarankan untuk sekali-kali menggunakan perpaduan 3 font Helvetica-Helvetica Neue-Helvetica Black. Dalam masalah design, lebih ekstrim lagi Nofar menyarankan untuk tidak menggunakan templapte bawaan karena seringkali digunakan dan mudah membuat orang bosan. Sekali-kali bukankah kita perlu berkreasi untuk membuat template sendiri?

 

Catatan Penting!.

 

Pertama

Bagi guru, desain sederhana dan bermakna dapat meningkatkan stimulus siswa untuk bertanya atau menghadirkan penerimaan mereka terhadap kehadiran guru.

Kesederhaan merupakan bagian dari Amazing Presentation. Namun, tidak semua konsep kesederhanaan dapat diimplementasikan dalam kelas. Jika murid kamu mempunyai tingkat IQ tinggi atau mempunyai daya nalar yang bagus, konsep kesederhanaan bisa diimplementaiskan.

Namun jika kondisi siswa sangat heterogen di tengah-tengah mereka terdapat siswa dengan kemampuan low Intelectual Intelegences, perlu dipertimbangkan untuk menambah beberapa isi (kalimat atau gambar).

 

Kedua

Carilah sumber inspirasi design presentasi yang menarik, kemudian amati dan modifikasi. Saran saya gunakan teknik SCAMPER dalam memodivikasi. Diantara situs web sumber inspirasi adalah situs pinterest, slideshare, freepik, behance, dribble, dan masih banyak lagi. Silahkan menelusuri situs-situs tersebut, kemudian temukan inspirasi di sana.