Teknologi berkembang dengan pesat, terutama internet. Teknologi menopang segala sendi kehidupan. Kondisi ini memaksa sebagian besar manusia untuk menggunakan teknologi dalam menyokong pelbagai aktivitas mereka. Beberapa bidang yang terkena imbas diantaranya: bisnis, pendidikan, dan sosial.

Teknologi juga bisa dikatakan sebagai alat inovasi. Bagian dari teknologi adalah multimedia. Multimedia sebuah alat bantu untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat atau user.

Tokoh-tokoh terkenal, menggunakan multimedia sebagai sarana untuk menyampaikan pesan. Steve Jobs membuat presentasi unik dalam mengenalkan I Phone kepada khalayak. Jejak Steve Jobs diikuti oleh CEO Google Sundar Pichai dalam mengenalkan produk terbaru Google.

Di Amerika Serikat, seorang anak muda bernama Salman Khan, keluar dari perusahaan ternama untuk mendirikan Khan Academy (Medivis sangat terinspirasi oleh gagasan Salman Khan ini). Khan Academy menyediakan pelbagai conten pembelajaran yang dikemas ke dalam bentuk multimedia.

 

Mendefiniskan Multimedia

 

Apa sesungguhnya multimedia itu? Multimedia merupakan kombinasi teks, seni, suara, animasi, dan video yang disampaikan kepada pengguna dengan komputer atau peralatan manipulasi elektronik dan digital yang lain (Vaughan: 2006).

Multimedia sangat banyak digunakan dalam bisnis, seperti dalam bentuk presentasi, pemasaran , demo produk dan lain-lain. Multimedia di sekolah banyak digunakan untuk menopang pembelajaran di kelas.

 

Virtual Reality

 

Salah satu multimedia canggih yang lagi ngetren, Virtual Reality (VR) atau realitas maya. VR merupakan teknologi di mana pengguna (user) dapat berinteraksi dengan sebuah lingkungan yang disimulasikan oleh komputer atau yang didukung oleh perangkat keras lainya, seperti headset dan smartphone.

VR dapat memberikan pengalaman visual yang unik kepada pengguna. Beberapa perusahaan besar berlomba-lomba membuat produk VR. Raksasa internet, Google membuat beberapa produk VR, seperti Google Cardboard, Daydream, Jump, Eart VR, Tilt Brush, dan Blocks.

 

Klasifikasi Multimedia

 

Ada tiga jenis multimedia, yaitu:

 

Pertama, Multimedia interaktif.

Disebut multimedia interaktif jika pengguna (user) dapat mengontrol apa dan kapan elemen-eleman (atau bagian-bagian) multimedia dapat ditampilkan. Multimedia interaktif biasanya mengacu pada produk dan layanan digital berbasis komputer dengan hasil konten berupa teks, gambar bergerak, animasi, audio dan videoa. Contoh Multimedia interaktif adalah game edukasi, aplikasi program.

 

Kedua, Multimedia hiperaktif.

Multimedia hyperaktif mempunyai struktur dari pelbagai elemen-elemen terkait dengan pengguna (user) yang dapat mengarahkannya. Multimedia hiperaktif biasanya mempunyai banyak tautan (link) yang menghubungkan elemen-elemen multimedia yang ada.

 

Ketiga Multimedia Linier.

Multimedia jenis ini pengguna hanya bisa menjadi penonton dan menikmati produk multimedia. Termasuk jenis multimedia ini adalah video.

 

Sumber Daya

 

Semakin rumit multimedia yang akan dibuat, maka sumber daya yang dibutuhkan juga semakin banyak. Sumber daya terdiri dari benda atau alat, manusia dan gagasan. Sumber daya ideal terdiri dari:

 

Pertama, perangkat keras.

Termasuk ke dalam kategori perangkat keras diantaranya adalah, komputer PC, intel, Apple MacBook, scanner, kamera digital, handycam, graphic tablet, CD Room, perangkat VR, dan masih banyak lagi.

 

Kedua, perangkat lunak

sumber:udemy

 

Sistem operasi merupakan bagian dari perangkat lunak. Sistem operasi yang sering digunakan adalah, Microsoft Windows, Linux, dan sistem operasi buatan Apple, Mac OS X. Perangkat-perangkat lunak lainnya yang sangat vital diantaranya Adobe Photoshop, Inscape, Corel Draw, Adobe Flash, Adobe Premier, Adobe Illustrator, Adobe After effect, 3Ds Max, Blender dan lain-lain.

 

Ketiga, human.

Human dalam artian sumber daya manusianya. Semakin rumit produksi multimedia, maka sumber daya manusia yang dibutuhkan juga semakin banyak. Sekilas sumber daya manusia yang dibutuhkan diantaranya adalah: ahli videografer, graphic designer, ahli design intructional. Lebih detil akan saya jelaskan dalam pembahasan terkait tim produksi multimedia.

 

Keempat, ide dan gagasan.

Merancang multimedia membutuhkan kreativitas khusus. Membuat multimedia tidak cukup dengan skill, namun juga membutuhkan kreativitas khusus. Kreativitas ini terbentuk dari latihan, jam terbang, faktor inovasi, trial & error, keterbukaan terhadap ide, dan keingin tahuan yang tinggi.

 

Kelima, Pengorganisasian.

Pengorganisasian dapat dijelaskan sebagai proses menata atau memanage semua komponen-kompenen yang terlibat dalam proses merancang multimedia. Di sana kita akan membahas terkait waktu, perangkat, sumber daya manusia, dan biaya yang dibutuhkan.

 

Tim Produksi Multimedia.

 

Idelanya dalam memproduksi Multimedia, dibutuhkan banyak tim yang masing-masing mempunyai peranan dan berbagi tugas. Semakin rumit multimedia yang dibuat, maka dibutuhkan tim yang komplit/lengkap. Sebaliknya jika multimedia yang dibuat sederhana, misal multimedia linier, maka seseorang (sendiri) pun bisa membuatnya.

 

Siapa sajakah yang terlibat dalam Tim?

Menurut Profesor Wes Baker dari Cedarvile University, tim produksi multimedia terdiri dari beberapa orang yang terbagi menjadi beberapa peran (tidak semua saya tulis disini):

  • Produser Exsekutif
  • Manajer Proyek
  • Direktur Kreativ (Designer Multimedia)
  • Direktur Seni (Designer Visual)
  • Designer Antarmuka
  • Designer Instructional
  • Penulis Skrip
  • Animator (2D/3D)
  • Produser Suara
  • Produser Video
  • Programer Multimedia

 

Produser Eksekutif.

Produser eksekutif bertanggung jawab penuh terhadap proyek multimedia. Selain itu juga bertanggung jawab terhadap kesediaan sumber daya yang dibutuhkan.

 

Produser/Manajer Proyek.

Manajer proyek mempunyai peran yang sangat signifikan dalam semua kegiatan produksi. Ia bertanggung jawab terhadap keseluruhan pengembangan dan implementasi proyek dan kegiatan operasional sehari-hari.

 

Direktur Kreatif.

Produk multimedia haruslah memikat user, mempunyai visual yang bagus. Tugas ini biasa diemban oleh designer kreativ atau designer multimedia. Ia membawahi para designer grafis, illustrator, dan animator.

 

Designer Antarmuka

Antar muka menyediakan kontrol bagi user yang menggunakan. Designer antar muka harus mempu menciptakan hasil visual yang elegan, sederhana, kemudahan user dalam memanfaatkan, menggunakan jendela, icon dan kontrol antar panel.

 

Designer Instruksional

Designer instruksional mempunyai keahlian dalam kependidikan dan pelatihan. Seorang designer instruksional harus mampu menganalisis problem serta produk yang dihasilkan dapat dipresentasikan dan dipakai oleh user.

 

Penulis Srip

Penulis srip menyusun teks, narasi untuk menyampaikan pesan. Jadi penulis srip mempunyai peran yang penting dalam menyusun multimedia. Seperti nampak mudah, namun rumit. Penulis srip dalam multimedia harus mampu menyusun teks dengan sangat efektif.

 

Animator

Animator merupakan seorang yang ahli dalam membuat gambar animasi, gambar bergerak, gambar ilusi. Seorang animator tentunya harus menguasai beberapa aplikasi berikut ini: Adobe Flash, Adobe Illustrator/Corel Draw, Photoshop hingga Adobe After Effect. Namun untuk pembuatan proyek multimedia linier seringkali tidak diperlukan kemampuan  di atas.

 

Produser suara

Produser suara mempunyai spesialisasi audio. Audio membuat program multimedia menjadi hidup. Ia mempunyai peran dalam mendesain musik, marasi pengisi suara, atau efek suara, menyeleksi musik, membuat recording session, membuat material rekaman digital.

 

Produser video

Produser video bertanggung jawab bertanggung jawab atas keseluruhan tim videografer, supervisi skrip, graffer. Ia bertanggung jawab terhadap kualitas video yang dihasilkan, mentransfer ukuran panjang video ke dalam komputer, dan lain-lain. Produser video minimal harus menguasai salah satu skill editing video, semisal Adobe Premier Pro.

 

Progamer Multimedia

Programe r Multimedia bertanggung jawab dalam mengintegrasikan semua komponen multimedia (gambar, teks, audio, video, animasi) menggunakan perangkat lunak authoring –perangkat lunak yang dapat mengintegrasikan semua elemen multimedia menjadi sebuah produk yang lengkap. Ia paling tidak harus menguasai JavaScript, OpenScript, Lingo, HyperTalk, Java, C++, dan lain-lain.

 

Metode Pengembangan Multimedia

 

Menurut Luther, metodologi pengembangan multimedia terdiri dari enam tahapan, yaitu pembuatan konsep (concept), Mendesign (design), pengumpulan materi (material collecting), pembuatan (Assembly), pengujian (testing), dan pendistribusian (distribution).

Berbeda dengan Luther, Vaughan berpendapat bahwa pembuatan multimedia memerlukan beberapa proses, seperti: Analisis gagasan, Pra Pengujian, Perencanaan tugas (termasuk di dalamnya membentuk tim), Pengembangan Prototipe,  Pengembangan Alfa, Pengembangan Beta, Pengiriman, Penjadwalan.

Menurut hemat saya, jika multimedia yang dibuat tidaklah rumit, termasuk di dalamnya merencanakan multimedia linier, maka saya lebih memilih konsep yang diajukan oleh Luther.

 

Estimasi Biaya.

Membuat multimedia memerlukan estimasi biaya. Vaiughan menawarkan konsep pembiayaan yang terdiri dari 4 pokok pembiayaan, yang terdiri dari:

 

Biaya Pengembangan Proyek

  • Gaji
  • Pertemuan Klien
  • Penguasaan isi
  • Komunikasi
  • Perjalanan
  • Penelitian
  • Persiapan Kontrak dan Proposal
  • Biaya tambahan

 

Biaya Produksi

  • Manajemen (gaji, komunikasi, perjalanan, consumable)
  • Akuisi isi (gaji, riset, lisensi)
  • Pembuatan isi
  • Produksi Grafis (lisensi image)
  • Produksi Audio (lisensi audio, biaya studio, penyimpanan data)
  • Produksi Video (biaya studio, tenaga kerja, lisensi stock footage, sewa peralatan)
  • Authoring

 

Biaya Pengujian

  • Gaji
  • Kelompok fokus
  • Editing
  • Program Beta

 

Biaya Distribusi

  • Gaji
  • Dokumentasi
  • Pengepakan
  • Pemanufakturan
  • Pemasaran
  • Periklanan
  • Pengiriman

 

Proposal Multimedia

 

Funding dalam proyek produksi multimedia bisa menggunakan media proposal. Terutama jika kita mencari sumber pendanaan dengan cakupan luas –instansi besar atau perusahaan-perusahaan. Paling tidak dalam proposal berisi: Sampul atau kemasan, Daftar Isi, Deskripsi dan Analisis Kebutuhan, Audiens Sasaran, Strategi Kreatif, Implementasi Proyek, dan Anggaran.

Dalam sampul dan Kemasan. Hindari sampul proposal amatir dan tidak profesional. Buat proposal Anda dengan sedernaha atau simpel namun mempunyai visualisasi yang menarik. Jilid dengan rapi.

Daftar Isi. Sertakan ringkasan eksekutif (executive summary) –sebuah pendahuluan yan berisi tidak lebih dari beberapa paragraf yang ringkas dan tajam, serta total anggaran. Ringkasan bisa berada dalam halaman sampul atau berikutnya.

Proposal multimedia harus menyertakan auidiens sasaran dan platform sasaran. Contoh sederhananya adalah jika multimedia yang Anda kembangkan hasil akhirnya dalam bentuk web, maka Anda harus memastikan bahwa pengguna produk Anda bisa mengakses website dengan mudah.

 

Sumber bacaan utama:

 

Vaugan Tay, 2006. Multimedia: making It Work. Yogyakarta: Andi

Binanto, Iwan. 2010. Multimedia Digital Dasar Teori + Pengembangannya. Yogyakarta: Andi.

http://www.tayvaughan.com/

 

Noted: Pertama kali artikel ini dipublikasikan di weblog guruproduktif.