Salah satu goal yang ingin dicapai dalam aktivitas belajar adalah adanya perubahan perilaku. Seorang guru akan berusaha bagaimana tujuan belajar itu tercapai. Diantara usaha seorang guru adalah dengan menggunakan pelbagai strategi dan media belajar.

Strategi dan media belajar akan berjalan efektif jika siswa bisa merespon. Bagaimana jika siswa tidak merespon?.  Strategi belajar yang digunakan oleh guru berarti tidak efektif. 

Untuk itu penting bagi guru memahami gaya belajar siswa. Dengan melihat karakteristik siswa secara mendalam, guru akan memahami gaya belajar mereka. Gaya belajar bisa menjadi sumber referensi guru untuk menyusun startegi, metode dan media pembelajaran.

Memahami gaya belajar siswa adalah kewajiban seorang guru. Karena sebuah tuntutan kompetensi, yakni kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi, dan pengembangan.

Professor Howard Gardner memperkenalkan teori multiple intelegences. Gardner dalam gagasanya menjelaskan bahwa, setiap siswa memiliki kecerdasan yang berbeda-beda (yang dikenal dengan kecerdasan majemuk). Kecerdasan yang dimiliki akan membentuk karakteristik dan kebiasaan belajar siswa.

Berikut karakteristik atau gaya belajar siswa berdasarkan teori MI yang diadaptasi dari gagasan Gardner:

Teori Multiple Intelegences

1. Kecerdasan Naturalis


Kecerdasan naturalis menunjuk pada kemampuan siswa dalam bidang naturalis (alam), seperti membedakan antara makhluk hidup, kepekaan terhadap alam, kemampuan dalam bertanam atau berburu.

Siswa yang memiliki kecerdasan naturalis biasanya mempunyai karakteristik umum:

  • Akrab dengan hewan peliharaan, menanam tumbuhan-berkebun.
  • Suka berjalan-jalan di alam terbuka.
  • Kurang begitu memperhatikan penampilan.
  • Suka memperhatikan sekeliling dan apa yang terjadi di sekitar.
  • Suka mengoleksi barang-barang alam.
  • Dalam mengingat sesuatu, cenderung mengkategorikan dalam kelompok-kelompok.
  • Senang mempelajari nama-nama makkluk hidup.
  • Jika melihat sesuatu rusak dan tidak berfungsi, mencoba melihat apa yang bisa ditemukan dan diperbaiki.
  • Dalam bekerja kelompok, lebih memilih mengatur ke dalam kategori-kategori sehingga mudah dipahami.

 

2. Kecerdasan Musikal


Kecerdasan musikal murujuk kepada kemampuan siswa dalam dunia musik, seperti membedakan nada, irama, timbre. Kecerdasan musikal memungkinkan siswa dengan mudah mengenali, menciptakan, dan membuat musik.

Siswa yang mempunyai kecerdasan ini biasanya mempunyai ciri-ciri:

  • Peka terhadap suara.
  • Senang mendengarkan musik dan radio.
  • Suka mendengarkan dan memainkan alat musik,
  • Kemampuan memahami dan mengembangkan teknik musik baik.
  • Mempunyai prestasi yang baik dalam seni musik.
  • Cenderung bersenandung ketika bekerja/beraktivitas.
  • Suka mendengarkan musik sambil belajar.
  • Terbiasa menghafal nada-nada dari banyak lau.

 

3. Kecerdasan Logik-Mathematik


Kecerdasan logika-matematis merujuk pada kemampuan untuk menghitung, mengukur, mempertimbangkan proposisi, hipotesis, dan melakukan operasi matematika. Kecerdasan logika-matematis memungkinkan siswa bisa melihat hubungan dan koneksi menggunakan pemikiran abstrak dan simbolis.

Siswa dengan kecerdasan ini mempunyai karakteristik:

  • Pandai melakukan operasi hitung.
  • Menyukai angka-angka.
  • Menikmati pelajaran matematika.
  • Senang bermain terkait strategi, seperti monopoli.
  • Memahami dan peka terhadap pola, simetri, logika, dan estetika.
  • Mampu memecahkan masalah menggunakan konsep matematika.
  • Jika mengingat sesuatu cenderung menempatkan setiap kejadian dalam urutan yang logis.
  • Sangat menyukai komputer.
  • Ketika beragumentasi, mencoba mencari solusi adil dan logis.
  • Dalam bekerja kelompok, cenderung memilih membuat diagram dna grafik.

 

4.Kecerdasan Interpersonal


Kecerdasan interpersonal merujuk pada kemampuan untuk memahami dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Kemampuan ini melibatkan komunikasi verbal dan nonverbal, kemampuan untuk memahami perbedaan, kepekaan terhadap suasana hati, dan emosional orang lain.

Karakteristik siswa dengan kecerdasan interpersonal:

  • Pandai dalam bermain peran.
  • Mampu bergaul dengan orang lain.
  • Mempunyai beberapa teman dekat.
  • Suka berorganisasi.
  • Merespon perasaan teman dengan baik dan cepat.
  • Mencoba melihat sudut pandang lain.
  • Mampu menggunakan empati untuk membantu orang lain.
  • Mampu mempengaruhi orang lain.
  • Suka membantu mengajar temat sebaya.
  • Seringkali dimintai saran oleh teman sebaya.
  • Cenderung meminta bantuan oran lain ketika mengalami kesulitan.

 

5. Kecerdasan Kinestetik


Kecerdasan kinestetik (fisik) ditunjukkan dengan kemampuan memanipulasi objek dengan menggunakan berbagai keterampilan fisik.. Masuk dalam kategori ini adalah siswa yang mempunyai prestasi dalam bidang olahraga.

Karakteristik Siswa dengan Kecerdasan Kinestetik:

  • Suka berolahraga dan aktivitas yang membutuhkan gerak.
  • Tidak bisa diam dalam waktu lama.
  • Mampu menggunakan tubuh dan peralatan untuk mengambil tindakan efektif, membangun atau memperbaiki.
  • Mampu menggunakan tubuh dalam membangun hubungan baik, menghibur, dan mendukung orang-orang lain disekilingnya.
  • Banyak menggunakan gerakan tubuh ketika berbicara.
  • Cenderung mengetuk-ngetuk jari atau memainkan pena ketika jam pelajaran.
  • Jika harus mengingat, sering menuliskannya berkali-kali.
  • Jika sesuatu rusak/tidak berfungsi, cenderung memisahkan setiap bagian lalu mengabungkannya kembali.
  • Dalam kerja kelompok, lebih cenderung memilih aktivitas yang berhubungan dengan fisik.

 

6. Kecerdasan Linguistik


Kecerdasan linguistik ditunjukkan dengan kemampuan menggunakan bahasa, berpikir dengan kata-kata, memahami urutan dan makna kata-kata dan mengimplementasikan bahasa dalam komunikasi sehari-hari.

Karakteristik siswa dengan kecerdasan linguistik:

  • Suka menulis.
  • Suka membaca dan bercerita.
  • Suka mengarang candaan atau cerita.
  • Mudah menghafal nama, tempat, tanggal.
  • Pandai mengembangkan argumen logis dan retorika.
  • Menyukai permainan kata-kata (seperti puzzle atau scrabble).
  • Pembicara yang baik.
  • Senang membicarakan dan menulis ide-ide.
  • Jika mengingat sesuatu, saya menciptakan irama-irama atau kata-kata yang membantu untuk mengingat.
  • Membaca buku panduan terlebih dahulu ketika mau memperbaiki sesuatu yang rusak.
  • Dalam bekerja kelompok (misal menyiapkan presentasi), lebih suka menulis dan menuliskan riset pustaka.

 

7. Kecerdasan Intrapersonal


Kecerdasan intra-pribadi adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri dan pikiran dan perasaan seseorang, dan menggunakan pengetahuan intra personal dalam merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang.

Karakteristik Kecerdasan Intrapersonal:

  • Menonjol dalam pelajaran seni.
  • Senang menonton film.
  • Pandai menilai kekuatan dan keleman diri sendiri.
  • Pandai memahami konsep diri.
  • Suka menyendiri dan tidak suka keramaian.
  • Suka bekerja sendirian daripada berkelompok.
  • Suka menulis buku harian.
  • Memiliki tekad kuat dan tidak mudah terpengaruh orang lain.
  • Tidak suka adu berargumentasi.
  • Jika sesuatu rusak, mempertimbangkan apakah benda tersebut layak untuk diperbaiki.
  • Dalam kerja keompok, senang memilih kontribusi sesuatu yang unik berdasarkan apa yang saya miliki.

 

8. Kecerdasan Spasial


Kecerdasan spasial merupakan kemampuan berpikir dalam tiga dimensi yang ditunjukkan dengan kemampuan siswa/seseorang dalam memahami atau melakukan citra mental, penalaran spasial, manipulasi gambar, keterampilan grafis dan artistik, dan imajinasi aktif.

Karakteristik kecerdasan spasial:

  • Suka dengan benda-benda tiga dimensi dan ruang.
  • Menyukai dan memahami dunia grafis dan fotografi.
  • Pandai dalam mengatur warna, garis, bentuk, dan ruang.
  • Lebih memilih peta daripada petunjuk tertulis dalam mencari sebuah alamat.
  • Menggunakan gambar diagram/visual dalam mengingat sesuatu.
  • Suka membuat coret-coretan di kertas kapanpun.
  • Ketika membaca majalah atau buku, lebih suka melihat gambar daripada membaca teksnya.
  • Jika sesuatu rusak atau tidak berfungsi, cenderung mempelajari diagram mengenai cara kerjanya.
  • Dalam kerja kelompok, lebih memilih menggambar hal-hal yang penting.

 

Dari karakteristik di atas, seorang guru akan memahami gaya belajar para siswa. Gaya belajar tidak akan jauh dari karakteristik yang dimiliki oleh siswa dengan pelbagai kecerdasan majemuk yang mereka miliki.

Seorang guru jika memahami bahwa siswanya mempunyai kecerdasan visual atau spasial, maka guru tersebut harus membuat media berbasis video atau animasi. Jika guru menjumpai siswanya mempunyai kecerdasan kinestetik, maka kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan baik jika guru mengajak mereka bermain.

Sekarang coba temukan karakteristik dan gaya belajar siswa Anda, kemudian coba membuat strategi dan media belajar yang tepat.

[Tweet ““I want my children to understand the world, but not just because the world is fascinating and the human mind is curious. I want them to understand it so that they will be positioned to make it a better place” ― Gardner”]

Kesimpulan


Seorang anak adalah istimewa yang dibekali dengan kemampuannya masing-masing. Gardner mengatakan bahwa, semua anak memiliki potensi kecerdasan masing-masing. Dari Kecerdasan yang mereka miliki, berpengaruh pada bagaimana mereka mendapatkan pengetahuan -yakni belajar dengan gaya yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristi (kecerdasan) yang mereka miliki.


Sumber Bacaan:

Integrating Learning Styles and Multiple Intelligences. Harvey Silver, Richard Strong and Mattew Perini. http://www.ascd.org/publications/educational-leadership/sept97/vol55/num01/Integrating-Learning-Styles-and-Multiple-Intelligences.aspx

Tes Talenta (Kecerdasan Majemuk). www.pauluswinarto.com