Ada beberapa dua studi kasus problem yang dialami oleh pendidik. Dan problem tersebut hampir pernah dialami oleh mayoritas para guru.

 

Studi Kasus Pertama.

 

Pak Irfan namanya. Tugas pokoknya adalah seorang guru dengan tugas tambahan sebagai seorang kepala sekolah yang harus memanagemen pelbagai pekerjaan administrasi dan tata kelola di lembaganya. Ia mempunyai banyak staf yang membantu urusan sehari-hari. Bulan ini pak Irfan sangat kebingungan dalam menghadapi deadline. Selain harus merampungkan pelbagai laporan keuangan mulai dari BOP hingga BOS, pak Irfan juga harus menghandel kegiatan seleksi OSN tingkat kota. Itu belum pekerjaan-pekerjaan yang lain.

 

Studi Kasus Kedua.

 

Sebut saja pak Alam. Dia adalah seorang guru dengan merangkap sebagai seorang operator Dapodik, dan pelbagai aplikasi yang lainnya. Dalam kurun dua bulan ini ada banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan. Mulai dari membuat soal evaluasi di kelasnya, merampungkan pelbagai pendataan hingga menyiapakan banyak sekali berkas-berkas kenaikan pangkat. Dia pesimis bisa menyelesaikan semuanya. Harus ada yang ia korbankan, menurut pak Alam. Pertanyaanya mana yang ia korbankan? Kelas, pendataan atau jenjang karirnya?.

 

Dilema. Ya sebuah dilema di saat guru mengemban banyak amanah (seringkali kita memegang banyak amanah karena keterbatasan sumber daya manusia) kebingunan untuk menyelesaikan pelbagai pekerjaan tersebut.

 

Efek berantainya adalah banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan, energi guru terkuras habis, tugas pokoknya sebagai gurupun tidak berjalan maksimal.

 

Manajemen Tugas.

 

Pelbagai pekerjaan yang menjadi tanggung jawab seorang guru harus dikelola dengan baik dan rapi. Saya mengistilahkan sebagai “manajemen tugas”. Manajemen tugas adalah sebuah aktivitas pengelolaan pekerjaan atau tugas yang diterima/emban sehingga seseorang tersebut dapat menyelesaikan pekerjaanya dengan baik.

 

Ada dua sebab mengapa seseorang tidak bisa mengimplementasikan “manajemen tugas”.

 

Memahami Konsep. Ketidakpahaman kita terhadap konsep “manajemen tugas” berimplikasi terhadap kinerja seseorang secara umum. Mayoritas diantara kita melakukan pelbagai agenda/pekerjaan/proyek apa adanya. Pokoknya berjalan. Tidak mau mencari sumber referensi metode atau alat yang dapat memudahkan pekerjaan mereka.

 

Manajemen Waktu. Salah satu komponen manajemen tugas adalah manajemen waktu. Seseorang yang waktunya tertata, sangat besar kemungkinan ia dapat mengelola tugas yang telah diberikan oleh lembaga atau perusahaannya tempat bernaung. Sayangnya tidak semua orang terbiasa dengan mengelola waktunya.

 

Karena itu betapa penting seseorang memahami manajemen tugas beserta dengan bagaimana dengan cara implementasinya. Salah satu alat (tools) yang direkomendasikan dalam membantu manajemen tugas guru atau para pekerja adalah wunderlist.

 

 Wunderlist (Microsoft todo)

 

 

Wunderlist merupakan aplikais manajemen jugas berbasis cloud (awan) yang memungkinkan pengguna dapat mengelola tugas mereka dari PC/komputer dan smartphone. Wunderlist dapat digunakan oleh pengguna secara gratis, namun jika pengguna ingin mendapatkan fasilitas lengkap, mereka harus memiliki aplikasi yang berbayar, Wunderlist Pro.

 

Wunderlist didirikan oleh Christian Reber pada tahun 2011. Pada awalnya aplikais pintar tersebut hanya dapat digunakan untuk PC dekstop dan platform Windows, inux, dan Mac OS X. Secara bertahap kemudian dapat digunakan dalam smartphone.

 

Pada tahun 2014, pengguna Wunderlist mencapai 10 juta orang. Puncaknya bulan Juni 2015, Microsoft mengakuisis Wundelrist dengan sebesar US$ 100 juta. Pada tahun 2013 Wunderlist dinobatkan sebagai App of the Year. Pada tahun yang sama terpilih sebagai pengembang teratas Google Play. Satu tahun kemudian mendapatkan penghargaan sebagai aplikasi terbaik dari Google Play Editor’s Choice.

 

Dengan wunderlist seseorang atau Guru dapat?

 

Pertama, Menjadwalkan pelbagai Proyek.Wunderlist membantu guru dan siapapun penggunanya untuk membuat jadwal harian, bulanan atau menjadwalkan pelbagai agenda dan proyek yang sedang direncanakan. Pengguna juga bisa mensetting jadwal yang sudah dibuat menjadi agenda skala prioritas kemudian Wunderlist akan mengingatkan pengguna.

 

Kedua, melibatkan satu tim. Wunderlist memungkinkan penggunanya mengundang partner untuk merencanakan pelbagai kegiatan sekaligus membagikan kepada yang lain.

 

Adapun fasiitas yang bisa didapat:

 

  • Folders
  • Comments
  • Share Lists
  • Compatible with All Devices
  • Reminders
  • Due Dates
  • Notes
  • Notifications
  • Mail To Wunderlist
  • Add To Wunderlist
  • Tags
  • One-Click Print

 

Jika para pengguna ingin mendapatkan fasilitas yang lebih, maka pengguna bisa menggunakan Wunderlist versi Pro (berbayar). Versi berbayar pengguna akan mendapatkan fasilitas yang lebih lengkap, seperti: Wunderlist Pro features plus, Centralized Billing, Flexible Team Sizes, dan Simple team management.

 

Versi gratis sudah lumayan. Ingin mendapatkan? Silahkan download di sini.

 

Demikian pembahasan tentang Tool Wunderlist. Semoga bermanfaat dan bisa membantu para guru dalam manajemen tugas.