Dalam kegiatan belajar mengajar, salah satu instrumen penting dari proses belajar mengajar adalah bahan ajar. Diantara bahan ajar yang sering dijumpai adalah modul.

Modul dapat didefinisikan sebagai paket program yang disusun dalam bentuk tertentu untuk keperluan belajar. Departemen Pendidikan Nasional mendefinisikan modul sebagai satuan bahan belajar yang disusun atau disajikan dalam bentuk “self-intruction”, artinya bahan belajar disusun dalam bentuk modul dapat dipelajari oleh peserta belajar (siswa) secara mandiri dengan support seminimal mungkin dari instruktur atau guru.

Sedangkan Daryanto mendefiniskan modul sebagai bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, didalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik.

 

Dalam artikel ini saya akan memaparkan ke dalam beberapa pembahasan:

 

modul

 

Pertama: Siapa yang membutuhkan modul

Kedua: Manfaat Modul

Ketiga: Karakteristik Modul

Keempat: Elemen Modul

Kelima: Prosedur Penyusunan Modul

Keenam: Kerangka Modul

Ketujuh: Pengembangan Modul

 

Sumber utama artikel ini adalah “Membuat Modul” karya Daryanto.

 

Siapa sajakan yang membutuhkan modul?

 

Guru-Guru profesional harus bisa membuat modul. Bagi guru, modul dapat dijadikan sebagai bahan ajar untuk peserta didik baik ketika mereka belajar di kelas maupun di rumah.

 

Dosen-Dosen dalam menjalankan profesinya wajib untuk membuat modul mata kuliah. Dengan modul yang telh dibuat, mahasiswa  dapat belajar dengan mudah, maksimal dan mandiri.

 

Instruktur -Intruktur maupun trainer dalam menjalankan kegiatan pelatihannya harus menyertakan modul pelatihan yang bisa dijadikan guide bagi peserta.

 

HRD-Human Resource Development atau seseorang yang menduduki posisi dalam pengembangan SDM wajib memiliki bahan ajar modul yang berisi tentang perencanaan pengembangan karyawan atau sumber daya manusia.

 

Manfaat Modul

 

Menurut Asep Harry Hernawan, setidaknya ada empat manfaat dari modul, diantaranya:

 

  • Mengatasi kelemahan sistem pengajaran tradisional.
  • Meningkatkan motivasi belajar.
  • Meningkatkan kreativitas pembelajaran/pelatihan dalam mempersiapkan pembelajaran individual.
  • Mewujudkan prinsip maju berkelanjutan.
  • Mewujudkan belajar yang berkonsentrasi.

Nah ada banyak sekali ya manfaat dari modul?. Satu lagi modul bagi guru sangat bermanfaat untuk kegiatan pengembangan keprofesian guru. ^_^

 

Karakteristik Modul

 

Agar modul yang kita buat bisa mempunyai fungsionalitas maksimal, maka modul harus memuat beberapa karakteristik sebagai berikut:

 

Pertama, Self Instruction

  • Self Instruction memungkinkan siswa belajar secara mandiri dan tidak bergantung kepada instruktur atau guru bahkan orang lain. Untuk memenuhi self instruction, modul harus:
  • Memuat tujuan pembelajaran yang jelas, dapat menggambarkan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.
  • Memuat materi pembelajaran yang disusun dalam unit-unit kecil secara spesifik. Penyusunan ini bertujuan untuk memudahkan siswa belajar/mencerna modul yang dibuat.
  • Tersedia contoh dan ilustrasi yang mendukung.
  • Terdapat soal-soal latihan, tugas yang memungkinkan siswa mengukur penguasaan materi.
  • Kontekstual, yakni materi yang disajikan sesuai dengan konteks siswa.
  • Menggunakan Bahasa yang jelas dan komunikatif.
  • Terdapat instrument penilaian yang memungkinkan siswa dapat menilai kemampuan secara mandiri.
  • Terdapat umpan balik dan referensi dari sumber terpercaya yang mendukung modul.

 

Kedua, Self Contained

Self Contained, seluruh materi yang dibutuhkan oleh siswa termuat dalam modul. Sehingga siswa dapat belajar secara tuntas.

 

Ketiga, Berdiri Sendiri

Stand Alone (berdiri sendiri) artinya modul dapat diberikan dan difungsikan oleh peserta didik tanpa bergantung dengan modul atau media yang lainnya. Jika siswa masih bergantung dengan media/bahan ajar lain, maka modul tersebut tidak termasuk ke dalam modul yang berdiri sendiri.

 

Keempat, Adaptif

Masuk kategori adaptif jika suatu modul dapat menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

 

Kelima, Bersahabat.

Modul harus user friendly (dalam istilah TIK), artinya modul dapat dengan mudah digunakan oleh siswa. Karena itu dalam modul harus terdapat instruksi jelas yang berfungsi sebagai bahan petunjuk (guide).

 

Elemen Modul

 

Beberapa elemen modul yang harus diperhatikan oleh penulis, diantaranya: format, organisasi, daya Tarik, ukuran huruf, spasi kosong, dan konsistensi.

 

  1. Format
  • Gunakan format kolom (tunggal atau multi) yang proposional. Penggunaan kolom tunggal atau multi harus sesuai dengan bentuk dan ukuran kertas yang digunakan.
  • Gunakan format kertas (vertical atau horizontal) yang tepat.

  • Gunakan tanda-tanda (icon) yang mudah ditangkap dan mempunyai tujuan yang jelas.

 

  1. Organisasi

Terkait organisasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

 

  • Tampilan peta/began yang menggambarkan cakupan materi.
  • Organisasi isi materi pembelajaran dengan urutan dan susunan yang sistematis.
  • Letakan naskah, gambar dan ilustrasi dengan tepat.
  • Setiap bab, antar unit dan antar paragraph susun sedemikian rupa sehingga memudahkan peserta didik dalam memahaminya.
  • Organisasikan antar judul.bab, sub judul dna uraian yang mudah diikuti oleh peserta didik.

 

  1. Daya Tarik

Daya Tarik dapat dilihat dari tiga aspek, yakni sampul, isi modul, dan tugas latihan.

  • Sampul (cover). Anda harus bisa mendesain sampul semenarik mungkin, jika tidak bisa buatlah menggunakan Microsoft Power Point. Jika ingin lebih bagus, gunakan program design grafis seperti Corel Draw, Photoshop atau Adobe Illustrator. Jika punya uang, Kamu bisa meminta mendesaignkan orang lain. Situs sribu.com menyediakan jasa desain online dengan tawaran menarik.
  • Bagian isi modul. Berilah rangsangan semenarik mungkin dari modul yang kamu buat. Gunakan gambar-gambar menarik. Cari gambar-gambar icon di freeepik, pixabay dan masih banyak lagi. Bila perlu gunakan smart chart pada MS Office. Oh ya jangan mengambil gambar bawaan dari MS Office ya.
  • Kalimat yang disajikan jangan terlalu Panjang, maksimal 25 kata per-kalimat dan dalam satu paragraph terdapat 3-7 kalimat.
  • Tugas dan Latihan. Kemas tugas dan latihan semenarik mungkin sehingga membuat siswa terangsang untuk mengerjakan latihan, khususnya secara mandiri.

 

  1. Bentuk dan Ukuran Huruf

  • Gunakan bentuk huruf yang mudah dibaca dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Hindari jenis huruf ini: Algerian, Bernard MT, Bodoni, Bradley, Castellar, Chiller, Comic Sans, Colonna, Gill Sans, Harrington, Jokerman dan masih banyak lagi tipe font yang harus kamu hindari.
  • Gunakan proporsi huruf yang proposional antara judul, sub judul dan isi naskah. Semisal: 16:14:12
  • Hindari penggunaan huruf kapital untuk seluruh teks, karena dapat membuat proses membaca menjadi sulit.

 

  1. Ruang (spasi kosong)

Gunakan spasi kosong tanpa naskah atau gambar untuk menambah kontras penampilan modul, menambah catatan penting, dan memberi kesempatan jeda. Guakan spasi kosong secara proposional. Ruang kosong/spasi kosong dapat dilakukan di:

 

  • Ruang sekitar judul bab dan sub bab.
  • Batas tepi.
  • Spasi antar kolom; semakin lebar kolomnya semakin luas spasi diantaranya.
  • Pergantian antar paragraph dimulai dengan huruf kapital.
  • Pergantian antar baba tau bagian.

 

  1. Konsistensi

Konsistensi terdiri dari bentuk/tipe huruf dari halaman ke halaman, jarak spasi dan tata letak pengetikan yang konsisten.

 

Prosedur Penyusunan Modul

 

Modul disusun berdasarkan prinsip-prinsip pengembnagan suatu modul, meliputi: analisis kebutuhan, desain modul, implementasi, evaluasi serta validasi, serta jaminan kualitas. Kesemuanya akan kami jelaskan sebagai berikut:

 

Pertama, Analisis Kebutuhan Modul

Analisis kebutuhan modul bertujuan untuk identifikasi dan menetapkan kebutuhan modul dalam satu satuan program. Satuan program bisa satu tahun pelajaran, satu semester, atau satu mata pelajaran. Dalam menyusun analisis ini disarankan dilakukan oleh tim (guru, HRD, instruktur, departemen pelatihan dan pengembangan SDM).

 

Langkah-langkah analisis kebutuhan dapat dilakukan sebagai berikut:

 

  • Tetapkan satuan program yang akan dijadikan batas/lingkupnkegiatan. Apakah merupakan program tahuan, semester dan lain-lain.
  • Periksa apakah sudah ada program atau rambu-rambu operasional untuk pelaksanaan program. Missal program tahunan, silabus, RPP, dan lain-lain.
  • Identifikasi dan analis standar kompetensi yang akan dipelajari, sehingga diperoleh materi pembelajaran yang perlu dipelajari untuk menguasai standar kompetensi tersebut.
  • Susunan dan organisasi satuan atau unik bahan belajar yang dapat mewadahi materi-materi tersebut. Satuan atau unit ajar diberi nama, dan dijadikan sebagai judul modul.
  • Dari daftar satuan atau unit modul yang dibutuhkan tersebut, identifikasi mana yang sudah ada dan yang belum ada/tersedia di sekolah.
  • Lakukan penyusunan modul berdasarkan prioritas kebutuhannya.

Untuk menganalisis kebutuhan modul dapat menggunakan format dibawah ini.

 

Format Analis Kebutuhan Modul

 

Kedua, Desain Modul

 

Desain modul dalam hal ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru. RPP memuat strategi pembelajaran, media yang digunakan, garis besarmateri dan metode penilaian. RPP dijadikan pedoman dalam penyusunan modul.

Penyusunan modul diawali dengan menyusun buram atay draft/konsep modul. Modul dinyatakan sebagai buram sampai selesai dengan selesainya proses validasi dan uji coba. Bila hasil uji coba telah dinyatakan layak, maka modul dapat diimplementasikan secara real.

Langkah-langkah penyusunan buram (konsep) modul dapat mengikuti alur sebagai berikut:

 

 

Sebelum modul diimplemetasikan, perlu diuji coba terlebih dahulu tertama terkait kemudahan bahan ajar digunakan oleh peserta didik dalam proses belajar dan kemudahan guru dalam menyiapkan fasilitas.

Langkah-langkah uji coba buram:

  • Siapkan perangkat uji coba (kriteria modul yang layak dan kuisioner kelayakan modul).
  • Tentukan responden uji coba.
  • Gandakan buram modul.
  • Siapkan sarana dan prasarana yang diperlukan.
  • Informasikan tujuan uji coba kepada resonden.
  • Lakukan uji coba.
  • Kumpulkan data hasil uji coba.
  • Olah data dan simpulkan.

 

Pasca Mendesain Modul

 

Setelah mendesain modul, kegiatan selanjutnya adalah melakukan implementasi, penilaian, dan evaluasi.

Implementasi modul dalam kegiatan belajar dilaksanakan sesuai dengan alur yang telah direncanakan dalam modul -bahan, alat, media dan lingkungan belajar. Penilaian hasil belajar dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik setelah mempelajari seluruh materi yang ada dalam modul. Sedangkan dalam fase evaluasi dan validasi, modul yang telah digunakan dalam kegiatan pembelajaran, kemudian harus dievaluasi dan validasi.

Dalam proses evaluasi, buatlah instrument evaluasi yang berdasarkan karakteristik modul. Instrumen ditunjukan kepada guru maupun siswa. Validasi merupakan proses menguji kesesuaian modul dengan kompetensi.

 

 

Kerangka Modul

 

Kerangka modul disusun sebagai berikut: (Lihat gambar di bawah)

 

Kerangka Modul

 

Deskripsi Kerangka:

 

Halaman Depan

 

Halaman Sampul. Berisi label kode modul, label milik negara, bidang/program studi keahlian dan kompetensi keahlian, judul modul, gambar ilustrasi, tulisan lembaga seperti Departemen Pendidikan Nasional, Ditjen Pendidikan Menengah, dan sebagainya.

Kata Pengantar. Berisi tentang peran modul dalam proses pembelajaran.

Daftar Isi. Berisi Ouline dan dengan dilengkapi nomor halaman.

Peta Kedudukan Modul. Berisi diagram yang menunjukkan modul dalam kesuluruhan pembelajaran (sesuai dengan diagram pencapaian kompetensi yang termuat dalam KTSP/K13/dan sebagainya)

Glosarium. Berisi tentang arti dari setiap istilah, kata-kata sulit dan asing yang disusun berdasarkan abjad.

 

Pendahuluan

 

  • Standar Kompetensi. Berisi standar kompetensi yang akan dipelajari pada modul.
  • Deskripsi. Penjelasan singkat tentang nama, ruang lingkup isi modul, kaitan dengan modul lainnya, hasil belajar yang akan dicapai, manfaat kompetensi tersebut dalam proses pembelajaran dan kehidupan secara umum.
  • Waktu. Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menguasai kompetensi yang menjadi target belajar. Berbeda-beda untuk masing-masing pelajaran/pengetahuan.
  • Prasyarat. Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul, dibuktikan dengan penguasaan modul lain atau keterampilan/kemampuan spesifik yang diperlukan.
  • Petunjuk Penggunaan Modul. Berisi tentang panduan penggunaan modul, yaitu langkah-langkah serta perlengkapan/material yang dibutuhkan untuk belajar.
  • Tujuan Akhir. Tujuan akhir (performance objective) yang hendak dicapai peserta didik setelah menyelesaikan suatu modul, paling tidak memuat: (1) kinerja yang diharapkan, (2) Kriteria keberhasilan, (3) Kondisi/variable yang diberikan.
  • Cek Penguasaan Standar Kompetensi. Berisi tentang daftar pertanyaan yang akan mengukur penguasaan awal kompetensi peserta didik, terhadap kompetensi yang akan dipelajari pada modul.

 

Pembelajaran

 

Kegiatan Beajar 1.

Berisi:

  1. Tujuan. Memuat kemampuan yang harus dikuasai untuk satuan kegiatan belajar. Rumusan tujuan kegiatan belajar relative tidak terikat dan tidak terlalu rinci.
  2. Uraian. Berisi uraian pengetahuan/konsep kompetensi yang dipelajari.
  3. Rangkuman. Ringkasan pengetahuan/konspe yang terdapat pada uraian materi.
  4. Tugas. Berisi instruksi tugas yang bertujuan untuk penguatan pemahaman terhadap konsep/pengetahuan yang dipelajari. Bentuk-bentuk tugas bisa berupa kegiatan observasi, studi kasus, kajian materi, latihan.
  5. Tes. Berisi tes tertulis sebagai bahan evaluasi bagi peserta didik dan mengetahui sejauh mana seorang peserta didik menguasai materi belajar.
  6. Lembar Kerja Praktik. Berisi petunjuk atau prosedur kerja suatu kegiatan kerja praktik yang harus dilakukan peserta didik. Isi lembar kerja antara lain: alat dan bahan yang digunakan, petunjuk kemanan/keselamatan kerja, langkah kerja dan gambar kerja.

 

Evaluasi

Pemilihan metode evaluasi harus disesuaikan dengan ranah yang akan dinilai, serta indicator keberhasilan. Ada beberapa metode evaluasi, yakni tes kognitif, tes psikomotor, dan tes penilaian sikap. Apakah ketiga-tiganya harus ada? Jawabnya tidak. Pilih salah satu atau kita bisa menggunakan lebih dari satu.

 

Kunci Jawaban

Berisi jawaban pertanyaan dari tes yang diberikan pada setiap kegiatan pembelajaran dan evaluasi pencapaian kompetensi.

 

Daftar Pustaka

Berisi tentang semua referensi/pustaka yang digunakan sebagai acuan pada pembuatan modul. Termasuk sumber dari internet: web/blog, youtube, dan lain-lain.

 

Secara umum modul harus memuat paling tidak:

  • Judul
  • Petunjuk Pembelajaran
  • Kompetensi yang akan dicapai
  • Informasi pendukung
  • Latihan-latihan
  • Petunjuk kerja/lembar kerja
  • Evaluasi/penilaian

 

Pengembangan Modul

 

Tidak sampai di sini. Modul dapat dikembangkan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) perencanaan; (2) penulisan; (3) review dan revisi; dan (4) finalisasi.

Tahapan Pengembangan Modul

 

Pertama, Tahap Perencanaan

 

Kegiatan pengembangan bahan ajar harus dimulai dengan perencanaan. Perencanaan yang baik akan menghasilkan tingkat keterbacaan yang tinggi sehingga dapat membantu siswa atau peserta diklat mencapai target belajar. Dalam tahap ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, diantaranya (1) penyusunan Garis-Garis Besar Isi Modul (GBIM), (2) Menentukan tujuan umum dan khusus, (3) Menentukan Isi dan urutan pembelajaran, (4) Memilih media, (5) Menentukan srategi penilaian.

 

  1. Penyusunan GBIM

Garis-garis Besar Isi Modul (GBIM) yang dihasilkan akan dijadikan pedoman dalam penulisan modul selanjutnya. Ada beberapa pertaanyaan panduan dalam penyusunan GBIM.

  • Siapakah yang akan menjadi peserta didik yang akan memanfaatkan modul?
  • Apakah tujuan umum dan khusus yang ingin dicapai?
  • Materi pelajaran apakah yang ingin disampaikan atau disajikan?
  • Bagaimana sistematika atau urutan penyajian materi pelajaran itu?
  • Apa metode dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran?
  • Bagaimanakah penilaian terhadap peserta didik yang akan dilakukan?
  • Bagaimana alokasi waktu pada setiap materi pelajaran yang disajikan?
  • Bagaimanakah modul bahan ajar tersebut akan dinilai atau direvisi?

Kemudian agar modul memiliki kebermaknaan, hendaknya dalam perencanaan, seorang penulis bisa mengumpulkan pelbagai informasi penting terkait peserta didik/peserta diklat, seperti:

  • Keadaan peserta didik, jumlah, rata-rata usia, dan bagaimana lingkungan sosial budayanya
  • Motivasi belajar mereka, mengapa mereka memilih belajar dengan modul, dan keinginan dari kegiatan belajar ini
  • Kemampuan belajar peserta didik, Apakah mereka memiliki pengalaman belajar sebelumnya?, Apakah mereka memiliki cukup waktu dan fasilitas untuk belajar?
  • Latar belakang bidang studi, kompetensi apakah yang telah mereka kuasai sesuai dengan bidang studi/materi yang akan dibelajarkan? Apakah mereka telah memiliki pengalaman yang sesuai?

 

  1. Menentukan tujuan umum dan khusus

 

Apakah tujuan umum dan khusus dalam modul?

 

Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) atau Goal, General Instructional Objective, merupakan pernyataan tentang apa yang diharapkan dapat dikuasai oleh peserta didik setelah selesai belajar/menyelesaikan suatu modul. TPU juga dapat menggambarkan tentang apa yang ingin disampaikan oleh pengajar.

 

Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) atau Behavioral Objective/Specivic Instructional Objective, merupakan pernyataan yang menginformasikan apa yang dapat dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu kegiatan pembelajaran, lebih khusus mengandung kompetensi khusus (pengetahuan, keterampilan, sikap) yang dapat diukur.

 

  1. Menentukan Isi dan urutan pembelajaran

Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menentukan isi dan urutan pembelajaran adalah: (1) identifikasi topik utama, konsep, prinsip dan teori-teori yang disajikan, (2) uraikan pokok bahasan ke dalam sub pokok bahasan.

Pertanyaan panduan:

  • Apakah materi yang akan disajikan relevan dengan tujuan pembejaran yang dirumuskan?
  • Apakah rasionalisasi sesuai untuk dapat dipelajari dalam waktu yang ditetapkan?
  • Apakah materi akan disajikan mencakup secara keseluruhan?
  • Apakah materi itu benar, sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik?
  • Apakah terdapat kesinambungan anara materi sekarang dengan selanjutnya?
  • Apakah urutan materi sudah sesuai dan tepat?

 

  1. Memilih media

Meskipun menggunakan modul, media sebagai pendukung dalam belajar tetap diperlukan, seperti kaset audio, film strip, atau media cetak lainnya. Pertimbngan yang perlu dilakukan penulis dalam pemilihan media pendukung antara lain:

  • Apakah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai tepat menggunakan media?
  • Apakah perlu digunakan media atau peralatan praktek sebagai media penunjnag?
  • Apakah sarana dan prasarana yang tersedia dalam kelompok memungkinkan untuk menggunakan suatu media?

 

  1. Menentukan strategi penilaian

Dalam perencanaan, penentuan strategi penilaian sangat diperlukan. Siapa yang akan menilai, kapan penilaian dilakukan,mengapa mereka perlu dinilai, dan bagaimana cara penilaiannya.

Tabel di bawah ini mungkin akan membantu kamu dalam membuat perencanaan. Kamu bisa membuat table perencanaan seperti di bawah ini dengan menggunakan sketsa.

 

perencanaan modul

 

Kedua, Tahap Penulisan

 

Dalam tahap penulisan modul tidak terlepas dari Garis Besar Isi Modul (GBIM). Kemudian langkah-langkah dalam penulisan modul terdiri dari dua tahap, yakni (1) mempersiapkan outline, (2) melaksanakan penulisan.

 

  1. Mempersiapkan outline

 

Langkah-langkahnya meliputi:

 

Menentukan topik atau pokok bahasan

Dalam menentukan topik, sangat dianjurkan untuk melihat GBIM, kemudian memilih dan memilah materi atau topik apa saja yang akan disajikan dalam modul.

 

Mengatur urutan materi sesuai dengan urutan tujuan

Perlu mengatur urutan materi/topik secara logis dalam upaya memudahkan peserta didik menggunakan modul dengan berprinsip pada penguraian materi dari sederhana menuju kompleks, memberikan kesempatan peserta didik untuk praktik sebelum melangkah pada pembelajaran selanjutnya.

 

Mempersiapkan rancangan/outline penulisan

Di bawah ini merupakan salah satu contoh outline.

Rancangan Outline

 

Lebih detil lihat bawah

 

OUTLINE LENGKAP

 

  1. Melaksanakan penulisan

 

Setelah penulisan outline, selanjutnya menulis modul. Berikut petunjuk yang dapat digunakan:

 

  • Tulislah draft modul dengan menggunakan Bahasa yang umum.
  • Dalam uraian biasakan gunakan pertanyaan-pertanyaan retorik, untuk menanamkan pemahaman dan kecermatan.
  • Gunakan Bahasa yang jelas, hindari penggunaan Bahasa yang abstrak.
  • Gunakan kalimat-kalimat aktif dalam uraian yang kamu sajikan.
  • Gunakan kalimat yang jelas, pendek, dan sederhana.
  • Upayakan gunakan paragraph secara jelas dan tepat mengandung satu gagasan/ide yang dituangkan.
  • Berikanlah contoh-contoh secara tepat dalam uraian yang kamu ungkapkan.
  • Tampilkan gambar/diagram jika diperlukan.

 

Modul yang telah dituliskan menjadi modul draft 1, selanjutnya lakukan review/tinjau ulang untuk diperbaiki dan disempurnakan sebagai draft 2.

 

Panduan:

  • Bacalah tulisan Anda, apakah tulisan Anda cukup jelas bagi peserta didik?
  • Baca setiap paragraph dalam uraian, apakah masih terdapat Bahasa yang membingungkan?
  • Cermati, apakah semua uraian sudah cukup jelas?
  • Amati tata letak, contoh, gambar/diagram yang disajikan.
  • Evaluasi apakah latihan cukup memadai dan relevan dengan tujuan pembelajaran?
  • Cermati apakah waktu yang dialokasikan sudah cukup?

 

Ketiga, Tahap Review dan Uji COba

 

Mintalah review kepada teman sejawat senior (yang memahami seluk beluk modul tentunta), minta masukan dan saran perbaikan draft modul Anda.

 

Panduan jika kamu sebagai seorang reviewer:

  • Apakah tujuan yang diungkapkan sudah tergambarkan dengan jelas?
  • Apakah tujuan-tujuan itu relevan dengan kebutuhan peserta didik?
  • Apakah masih diperlukan adanya tambahan tujuan?
  • Apakah materi yang disajikan sudah memadai dan cukup sesuai untuk mencapai tujuan yang ditetapkan?
  • Apakah materi yang disajikan masih sesuai dengan perkembangan?
  • Apakah antara materi yang satu dengan materi yang lainnya saling berkaitan?
  • Apakah sajian materi sudah didukung dengan contoh, analogi, dan ilustrasi yang sesuai?
  • Apakah format penulisan sesuai dengan ketentuan?
  • Apakah bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan siswa?
  • Adakah istilah-istilah baru yang sudah dijelaskan?
  • Apakah tugas-tugas yang diberikan saling terkait dengan aktivitas pembelajaran?

 

Setelah mendapat review, lakukan uji coba ke beberapa sampel (peserta didik), dengan cara:

  • Mintalah mereka mempelajari draft modul hasil review.
  • Minta peserta didik/sampel untuk mempelajari draf 1-2jam, dan amati.
  • Teliti apakah mereka memiliki kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul?.
  • Mintalah mereka mengerjakan secara wajar/
  • Amati bagaimana mereka mempelajari modul.
  • Amati apakah ada yang membuat mereka kesulitan, bosan dan lain-lain.
  • Hasil uji coba (testing) ini hendaknya dijadikan dasar untuk merivisi modul Anda.

 

Keempat, Tahap Finalisasi

 

Setelah mendapat review dan melakukan testing, saatnya melakukan finalisasi. Modul siap cetak. Periksa kembali draft akhir dari modul, terutama terkait: susunan kata, gambar, cover, penomoran dan tampilan masing-masing halamannya. Jika sudah baik, maka modul siap untuk dicetak.

 

Banyak ya pedoman untuk membuat modul?

 

Ya catatan di atas paling tidak harus diketahui oleh seorang guru atau instruktur, namun dilapangan bisa jadi semuanya tidak bisa terpenuhi. Jangan berkecil hati, setelah mambaca artikel ini kemudian Anda mengurungkan niat untuk membuat modul.

 

Kuncinya, belajar step by step dan jangan khawatir seperti apakah jadinya modul kita. Sembari membuat, kemudian kita perbaiki sedikit demi sedikit sehingga modul yang Anda buat akan lebih baik hasilnya.

 

Demikian catatan Panduan Membuat Modul ini saya buat. Semoga bermanfaat. Semangat ya!