Layanan pendidikan yang didapat anak-anak berkebutuhan khusus dapat berupa layanan pendidikan akademik dan program Pengembangan Diri. Program Pengembangan Diri secara khusus ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak agar tidak bergantung kepada orang lain sehingga anak bisa mandiri (Garnida, 2016).                                                                                                                                          

Karena anak berkebutuhan khusus, mempunyai banyak problem, maka dalam memberi layanan akademik dan program pengembangan diri, guru harus memperhatikan prinsip-prinsip pendekatan khusus, yang dijadikan dasar dalam mendidik mereka.

Saya akan menulis 8 Prinsip Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus.

 

Menurut Efendi (2006:21), prinsip-prinsip tersebut diantaranya adalah:

Pertama, Prinsip Kasih Sayang. Prinsip kasih sayang menerima sebagaimana adanya, dan mengupayakan agar mereka mendapatkan pengetahuan dan pengajaran dari guru. Kasih saying harus diberikan kepada semua anak tanpa pandang bulu sekaligus memperhatikan prinsip keadilan.

 

Kedua, Prinsip Layanan Individual. Layanan pendidikan individual untuk anak-anak berkebutuhan khusus harus mendapat porsi yang lebih besar.  Meskipun guru dalam satu rombel belajar menangani beberapa anak (idealnya dalam kelas khusus 1:5), tetap saja menjadi keharusan seorang guru untuk memperhatikan satu per satu.

 

Ketiga, Prinsip Kesiapan. Sebelum memberikan pelajaran kepada ABK, guru harus mempersiapakan pelbagai hal yang berhubungan dengan pembelajaran. Mulai dari perangkat pembelajaran, jurnal, penataan kelas hingga media belajar.

 

Keempat, Prinsip Keperagaan. Kelancaran pembelajaran pada anak berkelainan sangat didukung oleh penggunaan alat peraga sebagai medianya. Media dapat berupa benda nyata ataupun sebuah permainan. Keperagaan sangat ditekankan pada anak-anak Tunagrahita maupun Tunanetra. Tanpa keperagaan, pembelajaran menjadi abstrak. Tentu saja ini akan menyulitkan mereka dalam menerima dan memahami informasi atau pengetahuan dari guru.

 

Kelima, Prinsip Motivasi. Cara mengajar dan pemberian evaluasi yang disesuaikan dengan kondisi anak berkelainan di saat yang sama, guru harus memberikan motivasi terus menerus. Mayoritas Anak berkebutuhan khusus lemah dalam memunculkan motivasi internal dan eksternal. Guru harus bisa mendorong siswa agar dapat memunculkan dorongan internalnya.

 

Keenam, Prinsip Belajar dan Bekerja Kelompok. Arah penekanan prinsip belajar dan bekerja kelompok sebagai salah satu dasar mendidik anak berkelainan agar mereka sebagai anggota masayarakat dapat bergaul dengan masyarakat lingkungannya. Mengajarkan anak-anak bekerja dalam kelompok tidaklah mudah. Anak berkebutuhan khusus mempunyai kecenderungan bekerja secara individual, menonjolkan ego, dan bergaul hanya dengan satu komunitas tertentu.

 

Ketujuh, Prinsip Keterampilan. Pendidikan keterampilan yang diberikan kepada anak berkelaian, selain berfungsi selektif, edukatif, rekreatif dan terapi, juga dapat dijadikan sebagai bekal dalam kehidupan kelak. Ketika anak-anak belajar keterampilan, di saat yang sama mereka juga akan meningkatkan kemampuan motorik (halus maupun kasar).

 

Kedelapan, Prinsip Penanaman dan Penyempurnaan Sikap. Secara fisik dan psikis sikap anak berkelainan memang kurang baik sehingga perlu diupayakan agar mereka mempunyai sikap yang baik, serta tidak selalu menjadi perhatian orang lain. Prinsip ini dapat terlaksana dengan cara pemberian reincforcement, mengurangi perilaku negatif, serta melakukan pengulangan secara berkelanjutan.

 

Sebelum kedelapan prinsip tersebut dapat diterapkan, tidak kalah peting guru harus memahami siswa terlebih dahulu, melalui assessment, wawancara, dan checklist gaya belajar. Tanpa memahami siswa, guru akan kesulitan menerapkan prinsip-prinsip tersebut.

 

Kesimpulan

Menjadi guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus tidaklah mudah. Agar guru bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, guru harus bisa menerapkan delapan prinsip-prinsip layanan pada anak berkebutuhan khusus. Semoga artikel sederhana ini bisa bermanfaat. Dan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan yang maksimal.