“Inovation is taking two things that already exist and putting them together in a new way.” -Tom Freston

Saya telah belajar ilmu informatika di bangku kuliah selama lima tahun, namun hingga kini saya tidak mampu membuat sebuah produk aplikasi sama sekali.
Organisasi nirlaba yang telah saya pimpin selama bertahun-tahun mengalami stagnasi. Apa yang salah dengan program kami?
Saya telah menjadi guru selama puluhan tahun, namun tetap saja tidak mampu membuat media pembelajaran.
Apa yang dapat kami tingkatkan sehingga lembaga pemerintah milik kami bisa mendapatkan penghargaan layanan prima?

Ada banyak pertanyaan datang berjubel yang berisi tentang kebingungan, dibarengi dengan rasa skeptisme.
Tidak mampu bagaimana harus merubah dan berbuat.

Kita seringkali berhadapan dengan fenomena tersebut.
Ketidakmampuan dalam memunculkan sebuah gagasan atau ide menjadi penyebab utama.
Karena itu betapa pentingnya skill seseorang dalam mewujudkan proses “ideation”.
Menurut saya, ideation merupakan elemen penting dalam setiap proses kreatif.
Tidak semua orang bisa mewujudkannya.

Kamus Wiki mendefinisikan ideation sebagai proses kreatif menghasilkan, mengembangkan dan mengkomunikasikan ide-ide baru yang dapat berupa visual, kongkret, atau abstrak.

Sedangkan Ideation menurut Interaction Design Foundation adalah proses kreatif tempat para desainer menghasilkan sebuah ide dalam sesi. Proses tersebut bagian dari tahap ketiga dalam Design Thinking.

Ada banyak sekali teknik ideation yang dapat membantu Anda dalam mewujudkan sebuah ide dan gagasan kreatif. Gunakan beberapa teknik di bawah ini sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Teknik #1: Brainstorming

Teknik Brainstorming paling popular dan sering digunakan dalam proses ideation kelompok. Brainstorming adalah metode untuk memunculkan penyelesaian masalah kreatif dengan cara mengajak masing-masing kelompok untuk mengeluarkan pendapat, ide sambal masing-masing dari anggota tim menahan kritik terbuka.
Brainstorming sangat cocok digunakan dalam kerja tim.

Sumber: Pexels

Teknik #2:Brain Dumping

Teknik Brain Dumping adalah teknik pemrosesan pengetahuan atau informasi dari otak(brain) ke beberapa penyimpanan, seperti kertas, note book, blog, atau aplikasi seperti one note.
Praktik Brain Dumping dapat kita jumpai jumpai di kalangan pelajar yang akan mengikuti ujian sekolah dengan mencatat beberapa informasi atau materi pelajaran yang mereka anggab penting.
Brain Dumping sangat cocok digunakan secara personal.

Teknik #3: Brainwriting

Sumber:pixabay

Ketika menenjumpai terdapat kelemahan dalam proses brainstorming, Profesor Leigh Thompson dari Kellog School of Management di Northwestern University menggagas apa yang dinamakan dengan Brainwariting. Mirip dengan brainstorming, brainwriting adalah proses mengumakan sebuah gagasan dalam bentuk tulisan yang tanda disodorkan sebuah nama, sebelum akhirnya gagasan-gagasan tersebut didiskusikan bersama-sama dengan anggota tim.

Teknik #4: Mind Mapping

Sumber:pixabay

Mind Mapping sebuah teknik grafis yang melibatkan atau menghubungan antara satu ide/gagasan dengan ide yang lain dan biasa dimulai dari mayor/umum ke minor/spesifik. Cara membuat Mind Mapping bisa manual, seperti coretan dalam kertas atau menggunakan software. Metode Mind Map bisa digunakan secara tim atau individual.

 

Teknik #5: Worst Possible Idea

Sumber: freepik

Kebalikan dari Brainstorming, Wors Possible Idea sebuah teknik curah gagasan dimana masing-masing anggota team atau individu didorong untuk menghasilkan gagasan/ide/kemungkinan-kemungkinan terburuk, sehingga dari hasil tersebut akan merangsang sebuah kreatifitas, ide-ide inovatif dan besar.

Untuk mempraktikkan ide kemungkinan terburuk, sebagai anggota grub setidaknya melakukan tiga hal ini:
• Memunculkan sebanyak mungkin ide-ide buruk.
• Menuliskan semua sifat dari ide-ide mengerikan tersebut.
• Menyebutkan apa yang membuat ide terburuk dari sangat buruk.

Teknik #6: Challenging Assumptions

Sumber: pixabay

Challenging Assumptions suatu strategi pemecahan masalah dengan cara menjungkirbalikan kepercayaan yang mapan untuk kemudian mengungkapkan perspektif baru (out of the box), kemudian mengujinya.

Contoh.
X : Proses berjalan dengan baik, tetapi menghasilkan kualitas di bawah standar penerimaan dari kami.
Y: Game digital bisa dimainkan oleh anak usia remaja, tetapi apakah bisa memberi kepuasaan kepada pengguna? Apakah aman untuk digunakan? Biaya produksi apakah bisa menghemat anggaran?

“We make assumptions, and believe we are right about the assumptions; the we defend our assumptions and try to make someone else wrong.” -Don Miguel Ruiz.

Teknik #7: Sketching

Sumber: Pixabay

Lain dari yang lain. Sketching adalah teknik untuk mendapatkan sebuah gagasan dengan cara menggambar bebas dalam kanvas atau kertas. Melalui sebuah coret-coretan sederhana, ide-ide unik bisa muncul. Anda bisa menggunakan teknik ini secara manual atau menggunakan bantuan aplikasi, seperti Photoshop, Autodesk Sketchbook, dan lain-lain.

Teknik #8: Storyboarding

Teknik Storyboarding bisa diigunakan dalam proses ideation. Pengguna membuat grafik illustrasi yang ditampilkan secara beruntun dan berurutan. Teknik ini biasa digunakan untuk tujuan praevaluasi dari sebuah produk, baik presentasi, video, aplikasi atau game.

Teknik #9: Scamper

Sumber: SuperFastBusiness

Scamper, proses penemuan ide kreatif yang dikembangkan oleh Alex Osborn dan Bob Eberle dengan cara mendorong pengguna menemukan masalah kemudian mengujinya dengan salah satu tujuh jenis pertanyaan/kosakata berikut:
• Substitute
• Combine
• Adabt
• Modify
• Put to another use
• Eliminate
• Reverse
Contoh: Substitute
Bisakah saya mengganti alat presentasi OHP dengan alat bantu yang lain?

Teknik #10: Bodystorming

Teknik kreativitas dalam memecahkan sebuah masalah atau menemukan ide dengan cara melakukan scenario role playing atau customer-journey steps to find solution.
Contoh
Pak Rahmat membuat media pembelajaran boardgame. Sebelum produk tersebut jadi, pak Rahmat membayangkan bagaimana jadinya jika produk tersebut jadi, dan bertindak seolah-olah ada dengan membuat scenario role playing. Sebaiknya dalam proses tersebut, meskipun produk jadi belum ada dibuat prototipe (model).

Teknik #11: Crowdstorming

Crowdstorming adalah teknik kolaborasi dalam problem solving/pencarian ide melalui jejak pendapat atau jejak gagasan dengan melibatkan audien yang banyak. Media sosial sangat ampuh digunakan sebagai tools Crowdstorming. Atau bisa menggunakan Google Form.

Teknik #12: Cheatstorm

Cheatstorm sebuah teknik problem solving/kreatif dengan menggunakan bahan atau media yang sebelumnya dianggap sebagai rangsangan.

Kesimpulan

Demikian 12 teknik ideation yang bisa Anda gunakan dalam proses kreativitas dan inovasi.

Saya tutup dengan kata-kata hikmah dari Simon Sinek

 

“What good is an idea if it remains an idea? Try. Experiment. Iterate. Fail. Try again. Change the world.” – Simon Sinek