Seringkali diperlukan banyak metode untuk mencari solusi dan inovasi yang terbaik

Human Centered Design hadir dengan pendekatan yang  menitikberatkan pada perspektif manusia di dalam setiap langkah proses untuk menemukan jawaban bagi setiap permasalahan yang muncul.

Ketika perancangan dipusatkan kepada manusia, maka tanggung jawab harus menjadi perhatian bagi sistem yang telah dibuat.

Dalam hal ini, desainer memerlukan bimbingan di dalam mengerti prinsip dasar perancangan.

Prinsip tersebut mengajak desainer untuk bersama-sama berpikir mengenai keterbatasan desain titik awal, kekhawatiran tertentu dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, hadirnya Human Centered Design sangat membantu dalam menciptakan solusi yang terbaik untuk masalah yang ada.


Bagian1: Pengertian Human Centered Design

Mehamai HCD

Mungkin dari Anda masih ada yang belum mengetahui apa itu Human Centered Design. HCD merupakan pendekatan yang bertujuan untuk mendesain produk yang berfokus kepada manusia atau bagi penggunanya.

Di dalam HCD, designer akan mendesain produk atau service sesuai dengan kebiasaan, kebutuhan dan juga kapabilitas manusia.

Pendekatan yang dilakukan dalam metode HCD dimulai dari memahami orang-orang yang ada di sekitar terlebih dahulu. Lalu mengetahui sebenarnya apa yang menjadi kebutuhannya agar bisa memahami orang atau para pengguna. Tentu hal ini bisa dilakukan dengan cara melakukan observasi pendekatan. HCD sendiri dilakukan dengan iterasi iterasi supaya bisa mencapai apa yang diperlukan oleh penggunanya.

Bisa diartikan bahwa metode Human Centered Design ini merupakan proses merancang yang berpusat pada manusia.

Jabaran luas maksud dari manusia dalam hal ini adalah pemangku kepentingan atas tantangan atau masalah yang dihadapi. Mulai dari pengguna akhir, produsen, distributor, sales, pebisnis, pembuat kebijakan dan lainnya.

Jadi Human Centered Design bisa digunakan oleh pelbagai profesi apapun dalam merancang inovasi berkelanjutan.

  • Programmer Aplikasi
  • Pengusaha Startups
  • Desaigner Produk
  • Ilmuwan
  • Guru
  • Pemangku Kebijakan

Apapun profesi Anda, Anda adalah seorang desainer yang siap untuk mendesain inovasi sekaligus memecahkan masalah.


Bagian 2: Prinsip Human Centered Design

Prinsip Human Centered Design

Di dalam metode HCD terdapat prinsip-prinsip yang para desainer untuk bisa berfikir mengenai titik awal keterbatasan desain dan kekhawatiran tertentu.

Sejumlah prinsip tersebut diuraikan dalam penjelasan seperti berikut ini:

  1. Orang yang Tepat Untuk Pekerjaan yang Tepat

Ini benar-benar diperlukan oleh ahli ergonomi di dalam memilih pekerja untuk melakukan pekerjaan tertentu. Sebab setiap manusia memiliki keahlian pengetahuan dan keterampilan masing-masing.

Peningkatan kualitas yang bisa dilakukan secara langsung adalah lewat pelatihan. Sementara peningkatan dengan cara tidak langsung bisa dilakukan lewat perubahan sistem dalam pekerjaan yang dilakukan. Kedua hal ini berkaitan erat untuk bisa mengatasi keterbatasan manusia.

  1. Perluas Persyaratan

Di dalam prinsip yang kedua adalah memperluas persyaratan bagi kemampuan manusia. Dengan demikian, banyak orang yang bisa lebih baik untuk melakukan peran mereka.

  1. Mengatasi Keterbatasan Manusia

Selanjutnya prinsip ketiga adalah mengatasi keterbatasan manusia. Dengan demikian keterbatasan individu tidak akan menjadi keterbatasan sistem.

Kekuatan dari sebuah alat bisa memperbesar kemampuan motorik manusia di dalam hal kekuatan, kecepatan, serta daya tahan.

Seperti dicontohkan kacamata pembesar, alat ini bisa meningkatkan sensitifitas visual dan juga sensor khusus yang berguna untuk mengkonversi gelombang elektromagnetik. Hal ini jelas di luar kemampuan sensorik yang ada pada manusia.

Dengan demikian menjadi informasi yang penting. Fitur semacam ini perlu ditangkap dan dimanfaatkan guna meningkatkan kemampuan manusia untuk mengatasi keterbatasan yang ada pada manusia.

  1. Masalah Dengan Perumusan yang Tepat

Anda harus memastikan bahwa masalah yang teridentifikasi saat ini merupakan masalah yang tepat dan telah dirumuskan dengan benar. Sesudah masalah dirumuskan dan ada pada rancangan, maka perancang harus membuat solusi yang tepat dan layak. Bagian dari masalah tersebut tergantung pada kreativitas rancangan.

Untuk bisa mendapatkan pengetahuan mengenai sistem di bawah rancangan, tujuan, peran orang dan juga sasaran dari peran tersebut. Pengetahuan bisa didapatkan dengan meminta informasi atau memakai kuesioner serta wawancara.

  1. Pertimbangkan Kegiatan yang Menarik

Di dalam prinsip kelima anda harus mempertimbangkan seperti apa kegiatan yang menarik. Apakah latihan dibutuhkan orang untuk meningkatkan tingkat signifikan keterampilan, kreativitas dan penilaian.

Biasanya semakin rendah syarat untuk keterampilan manusia, kreativitas atau penilaian dalam hal ini perancang semakin mempertimbangkan serta mengotomatisasi aktivitas. Saat operator manusia kurang berkontribusi di dalam kegiatan, mereka umumnya kurang peduli mengenai aktivitas tersebut. Sehingga kemungkinan akan dilupakan di dalam operasi.

  1. Mengetahui Tujuan Rancangan dan Perannya

Prinsip selanjutnya adalah menjamin seluruh personil yang terlibat akan menyadari tujuan rancangan serta mengetahui seperti apa peran mereka sesudah terjadi perubahan.

Konsistensi antara tujuan operator masing-masing di dalam sistem dan tujuan. Sistem secara menyeluruh penting sekali. Bila tidak, masalah tidak tahu dimana satu akan bergerak adalah hal yang lazim.

Dan fitur yang bisa membedakan tim atau kru dari koreksi orang yang sama. Hal ini juga sangat penting untuk dilakukan dalam mengevaluasi kemampuan masyarakat. Sserta mempertimbangkan bagaimana konsistensi di dalam mencapai tujuan dari semua sistem yang ada.

  1. Berikan Pelatihan

Memberikan pelatihan yang bertujuan untuk membantu di dalam mendapatkan apapun. Baik itu latihan keterampilan, kreativitas atau penilaian bisa membantu untuk menginternalisasikan nilai personal.

Beberapa sesi pelatihan termasuk simulasi orang memainkan peran ganda akan sangat membantu. Sehingga mereka akan lebih baik dapat menilai posisi mereka sendiri di dalam sebuah sistem yang baru.

Baik itu dari segi perspektif sistem dan juga individu. Dengan memberikan penekanan khusus, akan membuat proses implementasi minimal terganggu.


Bagian 3: Siklus Human Centered Design

siklus Human Centered Design

Di dalam siklus iterative HCD ada empat macam aktivitas yang harus dilakukan. Di antaranya adalah observation, idea generation, prototyping dan testing. Untuk pembahasannya akan dijelaskan lengkap di bawah ini.

#1.Observation

Di dalam siklus ini aktivitas pertama yang dilakukan yaitu observasi. Dengan melakukan observasi anda bisa tahu seperti apa masalah yang hendak diselesaikan.

Di dalam aktivitas ini dilakukan observasi secara langsung pada pengguna dengan memantau aktivitasnya, mengetahui motif, ketertarikan dan juga kebutuhannya. Dari sini definisi permasalahan yang dicari solusinya bisa diketahui dengan cara memahami apa sebenarnya tujuan yang ingin dicapai para pengguna.

Serta apa kendala atau halangan yang mereka hadapi.

#2.Idea Generation

Selanjutnya di dalam tahap ideation ini sesudah masalah yang akan diselesaikan telah diketahui. Maka aktivitas atau langkah selanjutnya yang harus dilakukan yakni meng-generate solusi potensial mengenai masalah yang ada. Dalam hal ini sangat diperlukan adanya kreativitas. Anda bebas dan sebebas mungkin bisa melakukan brainstorming supaya bisa mencari solusi yang bisa diterapkan pada masalah-masalah tersebut.

Beberapa aturan yang bisa anda ikuti adalah anda bisa generate ide sebanyak mungkin. Anda bisa menjadi sekreatif mungkin tanpa harus memperhatikan batasan-batasan yang ada.

Anda juga bisa menanyakan apapun supaya anda bisa mendapatkan solusi yang tepat terhadap masalah yang sedang dihadapi.

#3.Prototyping

Semua ide yang telah di generate di dalam tahapan prototyping selanjutnya dibuat menjadi prototype. Hal ini bertujuan supaya ide tersebut dapat dites secara langsung kepada calon penggunanya.

Prototype yang dipakai dalam hal ini kemungkinan masih bisa berupa sketsa atau hasil coretan. Bahkan yang sudah dibuat dengan memakai tools seperti invitation, marvel atau adobe XD.

Saat anda melakukan prototyping di dalam menentukan masalah, hal ini bisa memberitahukan bahwa masalah yang diselesaikan dapat dipahami oleh pengguna.

#4.Testing

Untuk memulai aktivitas testing, anda bisa mengumpulkan beberapa orang untuk melakukan testing. Supaya bisa diketahui solusi apa yang diberikan bagi para pengguna yang telah menyelesaikan masalah atau belum.

Testing bisa dilakukan dengan cara mengajak 1 orang bahkan lebih untuk mencoba prototype yang telah tersedia. Di dalam tahapan testing ini sangat penting untuk mempelajari perilaku para pengguna. Serta mengetahui bagian mana yang kurang pas dan bisa diperbaiki pada interaksi yang selanjutnya.


Bagian 4: Human Centered Design VS User Centered Design

Kali ini kita akan membandingkan apa perbedaan antara metode HCD dengan UCD. Untuk itu, anda harus mengetahui apa itu User Centered Design atau UCD. Ini merupakan proses desain yang berfokus terhadap kebutuhan pengguna. Produk yang dikembangkan menggunakan pendekatan UCD dioptimalkan bagi user dan ditekankan terhadap bagaimana kebutuhan atau keinginan dari user pada pemakaian sebuah produk.

Desain dirancang dengan menggunakan adaptasi pada user atau pelaku pengguna di dalam menggunakan produk. Dengan demikian, pengembangan produk saat ingin digunakan maka tidak akan memaksa pengguna mengubah. Tujuannya supaya produk yang dikembangkan bisa bermanfaat dan dengan mudah dipakai untuk pengguna.

Perbedaan UCD dan HCD

User Centered Design dan Human Centered design banyak dipakai untuk menggantikan di dalam konteks yang berbeda tetapi kebanyakan dianggap sama. Meskipun dua istilah ini sebenarnya punya akar yang sama, tetapi gagasan yang hadir dilihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda.

Secara sederhana bisa dibilang sebagai berikut. Bahwa pengguna sebuah produk itu adalah manusia, tetapi belum tentu produk tersebut dipakai semua manusia.

Jika kita berdasar kepada gagasan yang dikutip Tubik Studio, Human Centered Design merupakan proses di dalam menciptakan hal yang mendasar terhadap psikologis, karakter alami dan juga persepsi manusia.

Di dalam metode ini bukan hanya berkaitan dengan perancangan desain aplikasi saja. Tetapi juga termasuk rancangan kendaraan, furniture, alat tulis, elektronik dan lainnya. Setiap desain objek bisa dibuat untuk berpusat pada manusia berdasarkan pada fisiologi, psikologi, sosiologi dan sains lain.

Yang akan menganalisis kehidupan manusia dan interaksi pada lingkungan hidup di sekitarnya.

Bisa disimpulkan dalam hal ini bahwa metode HCD menjadikan desain yang dirancang sesuai sifat serta fitur psikologis yang khas bagi kelompok pengguna yang besar.

Sementara User Centered Design atau UCD sendiri terfokus berdasarkan pada desain yang terpusat pada manusia dengan analisis target audiens yang mendalam.  Hal ini bukan hanya terfokus kepada karakteristik serta persepsi manusia yang dilihat secara umum, tetapi sifat dan juga fitur spesifik target pengguna.

User Centered Design selalu memperhatikan detail mengenai target pengguna yang akan jadi objek desain. Seperti selalu memperhitungkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, potensial environment, penggunaan produk. Latar belakang profesional, ciri emosional serta persepsi fisik dan tingkat kesadaran teknologi juga faktor lainnya.

Untuk itu jelas terdapat perbedaan antara Human Centered Design dengan User Centered design. Keduanya mempunyai peranan masing-masing di dalam mencari solusi untuk masalah yang sedang dihadapi.

Kesimpulan

Setiap inovasi yang akan dijalankan harus menjadikan obyek (manusia) sebagai pusatnya. Bukan alat, media, sistem atau aplikasi. Karena itu gunakan metodologi Human Centered Design dalam setiap mendesin inovasi Anda.

Di jamin, setiap inovasi yang Anda buat akan berhasil.